Sabtu, 21 Februari 2026

Dosa-dosa Besar ke 28 : PEREMPUAN YANG BERTINGKAH SEPERTI LAKI.LAKI DAN LAKI.LAKI YANG BERTINGKAH SEPERTI WANITA (WARIA)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman

Ust. Hidayat Husein


Allah Ta'ala berfirman : Dan juga (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji.(QS. Asy-Syuura: 37)

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : 

  • Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melaknat kaum lelaki yang bertingkah seperti wanita dan kaum wanita yang bertingkah seperti kaum lelaki. (hadits shahih).
  • Allah melaknat perempuan yang bertingkah seperti laki-laki. (sanad-sanadnya hasan).
  • Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian kaum perempuan dan perempuan yang mengenakan pakaian kaum laki-laki. (sanad-sanadnya shahih).
  • Ada dua golongan manusia dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. Yaitu sekelompok orang yang memegang cambuk mirip ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang yang berjalan dengan melenggak lenggokkan tubuhnya, kepala mereka mirip punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya. Sesungguhnya wangi surga bisa tercium dari jarak sekian dan sekian." (HR. Muslim).
  • Saat kebinasaan kaum laki-laki adalah ketika mereka tunduk kepada kaum wanita.

Di antara perilaku-perilaku yang menyebabkan kaum wanita dilaknat adalah menampakkan perhiasan, emas, dan mutiara dari balik cadarnya. Mengharumkan badannya dengan minyak wangi dan lain sebagainya. Memakai berbagai macam Pewarna dan sesuatu yang bisa menipu pandangan (berhias), serta yang lainnya yang merupakan perkara-perkara yang menggoda (kaum lelaki).


Syarah :

Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan memiliki keistimewaannya masing- masing. Laki-laki berbeda dengan wanita dalam hal bentuk tubuhnya, sikap, kekuatan, beragama, dan lain-lainnya. Demikian pula wanita, wanita berbeda dengan laki-laki' Barangsiapa yang berusaha menjadikan laki-laki seperti wanita atau berusaha menjadikan wanita layaknya laki-laki, maka ia telah menentang ketentuan dan aturan Allah. Karena Allah menghendaki sebuah hikmah tertentu dalam setiap makhluk ciptaan-Nya. Oleh karena itu, perbuatan ini dikecam keras, dilaknat, dan dijauhkan dari rahmat Allah untuk laki-laki yang menyerupai wanita atau wanita yang menyerupai laki-laki.

Jika seorang laki-laki menyerupai wanita dalam berpakaian, terutama jika pakaian yang diharamkan, seperti sutra dan emas atau menyerupai wanita ketika berbicara dan berusaha menyesuaikan gerak-gerik lidahnya sehingga seolah-olah yang berbicara adalah seorang wanita atau berusaha menyerupai wanita dari gaya jalannya atau gaya-gaya lainnya yang merupakan ciri khas wanita, maka semua perbuatan ini dikutuk sesuai sabda Rasulullah. Kita pun ikut mengutuk orang-orang yang dikutuk oleh Rasulullah Shallallahu Alaihiwa Sallam.

Celana panjang sebenamya khusus untuk laki-laki. wanita seharusnya memakai pakaian yang tertutup. sedangkan celana panjang, seperti kita ketahui bersama, akan menampakkan lekukan tubuh seorang wanita. Akan terlihat lekukan paha, betig dan anggota tubuh lainnya.

Ada dua golongan manusia dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat :

  1. Yaitu sekelompok orang yang memegang cambuk mirip ekor sapi. sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia. Para ulama mengatakan bahwa mereka itu adalah para petugas yang sering memukul orang lain tanpa alasan. "sekelompok orang yang memegang cambuk mirip ekor sapi." Maksudnya, cambuk panjang dan berbulu yang digunakan untuk mencambuk orang lain tanpa alasan yang dibenarkan. Janganlah kalian merasa kasihan melihat keduanya. Tegakkanlah hukum cambuk terhadap mereka. sedangkan orang-orang yang memukul orang lain tanpa alasan yang dibenarkan maka ia termasuk penghuni neraka.
  2. Dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telaniang yang berjalan dengan melenggak lenggokkan tubuhnya, kepala mereka mirip punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya. sesungguhnya wangi surga bisa tercium dari jarak sekian dan sekian. Mereka semua adalah wanita-wanita yang berpakaian, tetapi telaniang. Ada yang berpendapat bahwa mereka berpakaian secara lahiriyahnya, tetapi hatinya tetanjang dari ketakwaan. walaupun mereka berpakaian serba tebal. Karena mereka hanya menutupi lahiriyahnya saja, tetapi mereka telanjang dari ketakwaan. Orang yang telanjang dari ketakwaan maka orang tersebut akan telanjang, seperti dalam firman Allah Ta'ala, "Dan pakaian takwa itulah yang baik." (QS.Al-A'raf:26). Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan "Berpakaian tetapi telanjang" adalah orang yang berpakaian, tetapi pakaiannya tidak menutupi seluruh auratnya, baik karena terlalu sempit, terlalu tipis atau karena terlalu pendek.

Fenomena 'tasyabbuh' (meniru-niru) telah menjadi fenomena umum di masyarakat. Oleh karena itu, ketika kita menemukan kasus seperti ini, maka kita harus segera mengingatkannya, baik dengan maksud tertentu atau tanpa maksud apa-apa. Ketika perilaku meniru-niru telah membudaya seperti meniru-niru penampilan wanita-wanita kafir dan menyerupai wanita-wanita fasik dan telanjang, atau wanita yang menyerupai laki-laki, atau laki-laki yang menyerupai wanita, maka hukumnya adalah haram, baik disengaja maupun tidak. Jika disengaja, maka dosanya akan lebih berat. Sedangkan apabila dilakukan tanpa sengaja, maka kami katakary "Engkau harus segera mengubah tampilan yang mengandung 'tasyabbuh'tersebut sehingga engkau jauh dari tasyabbuh." Sedangkan hadits terakhir adalah hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang laki-laki memakai pakaian
wanita dan wanita memakai pakaian laki-laki. Hadits ini mempertegas apa yang kita sampaikan sebelumnya bahwa bentuk tasyabbuh bisa dalam bentuk pakaiary cara berjalan, penampilary dan dalam semua gerakan. Semoga Allah menyelamatkan kita dan menjaga generasi muda kita dari hal-hal yang berbau fitnah dan dosa-dosa.

Contoh kasus ada laki-laki yang tampil ingin menarik biasanya adalah pemuda tidak berakhlak. Contohnya seperti seorang pemuda tampan yang berpakaian nyentrik dan tampil heboh, ingin menarik perhatian orang lain.

 


Wallahu a'lam al-muwaffiq. 

Kitab Al-Kabair : Imam Adz-Dzahabi - Disyarahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 

Rabu, 18 Februari 2026

Dosa-dosa Besar ke 27 : KEPALA RUMAH TANGGA YANG MEMBIARKAN KEMUNGKARAN DI KELUARGANYA

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman

Ust. Hidayat Husein


Allah Ta'ala berfirman :

Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik, dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik, dan yang demikian itu
diharamkan bagi orang-orang mukmin." (QS. An-Nuur: 3).


NabiShallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

Tiga golongan manusia yang tidak akan masuk surga: Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dayyus (suami yang tidak memiliki kecemburuan terhadap istrinya yang melakukan perbuatan tidak senonoh), dan wanita yang menyerupai Iaki-laki, Barangsiapa (seorang suami) yang mengetahui bahwa istrinya telah melakukan perbuatan tidak senonoh, tetapi ia bersikap acuh. Hal tersebut mungkin dilakukan oleh seorang suami karena rasa cinta kepada istrinya atau dikarenakan ia memiliki utang dan ia tidak mampu untuk membayarnya atau karena ia belum melunasi mahar kepada istrinya yang sangat memberatkannya atau karena anak-anaknya yang masih kecil-kecil.

Kemudian ketika kasus ini diajukan kepada seorang hakim, semua pihak menuntutnya (sang suami) agar melunasi hak-hak mereka (tuntutan keluarga dan lain sebagainya) karena ia adalah seorang suami yang tidak memiliki perhatian terhadap keluarganya. Oleh karena itu, alangkah buruknya seorang suami yang tidak memounyai sifat cemburu.


Syarah : 

Syaikh Utsaimain Rahimahullah berkata, "Sesungguhnya telah banyak orang yang tersesat yang hanya memperhatikan perkembangan harta bendanya saja. Ia selalu memperhatikan menjaga, dan mengawasi harta bendanya. Sehingga seluruh pikiran dan fisik mereka disibukkan dengan harta tersebut sehingga melalaikan waktu istirahat dan jam tidur serta melupakan keluarga dan anak-anak. Padahal harta benda tersebut tidak lebih berharga iika dibandingkan dengan keluarga dan anak-anak.
Bukankah lebih pantas bagi mereka
untuk mengkhususkan sedikit saja dari kelebihan akal pikiran dan fisik mereka untuk mendidik keluarga dan anak-anak sehingga dengan demikian mereka (anak dan istri) menjadi orang-orang yang bersyukur atas nikmat yang Allah Ta'alalimpahkan kepadanya dan termasuk orang yang mengamalkan perintah Allah Ta'ala

Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memberi kalian kekuasaan dan membebani kalian dengan tanggung jawab terhadap keluarga. Allah telah memberi perintah kepada kalian untuk menjaga keluarga kalian dari api neraka yang sangat menakutkan. Allah Ta'ala tidak memerintahkan kalian untuk menjaga diri kalian saja. Akan tetapi, kalian harus menjaga diri sendiri dan keluarga kalian. Salah satu hal yang mengherankan adalah banyak kepala keluarga yang melalaikan perintah Allah terhadap hak anak-anak dan keluarga mereka. Apabila api dunia menyambar anaknya, maka secepatnya ia akan berusaha sekuat tenaga untuk melindunginya dan bergegas menemui dokter untuk mengobatinya. Sedangkan terhadap api akhira! ia sama sekali tidak berusaha untuk menyelamatkan keluarga dan anak-anaknya dari api akhirat tersebut.

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya setiap orang berkewajiban untuk mengawasi keluarga dan anak-anak, baik ketika mereka beraktivitas atau sedang istirahat di rumah, ketika sedang bepergian dan ketika mereka pulang, ketika bersama teman-temannya dan ketika sedang sendirian. Sehingga engkau benar-benar mengetahui segala urusan yang
mereka
lakukan dan engkau pun meyAkini arah dan jalan yang ditempuh mereka. Sehingga kebaikan dilihat sebagai kebaikan dan kejahatan akan ditolahy", mengajak mereka berdialog, mendengarkan keluhan mereka, dan menjawab pertanyaan mereka. Tidak memarahi mereka sehingga akan menelantarkan mereka. Karena hal tersebut hanya akan
menambah
bencana dan kerusakan.

Apabila seorang manusia tidak melakukan pengawasan terhadap keluarga dan anak-anaknya serta tidak mendidik mereka dengan pendidikan yang baik, lalu siapakah yang akan melakukannya? Apakah yang akan melakukannya adalah orang-orang yang jauh dan orang-orang yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka? Atau akan membiarkan saja mereka diterjang oleh arus pemikiran-pemikiran yang menyesatkan, paham-paham yang menyimpang, dan perilaku-perilaku yang rusak?

Mereka nantinya akan tumbuh menjadi suatu generasi yang bobrok, tidak akan memelihara agama Allah, serta tidak menjaga kehormatan dan hak-hak manusia. Suatu generasi anarkis yang tidak mengenal perkara yang ma'ruf dan tidak mengingkari perkara yang munkar. Hidup bebas dari segala bentuk penghambaan, kecuali penghambaan terhadap setan. Hidup lepas dari segala ikatan (aturan), kecuali ikatan kepada setan. Benar, akibatnya nanti akan seperti itu, kecuali jika Allah berkehendak lain.

Ada sebagian orang yang beralasan dengan mengatakary "Aku sudah tidak sanggup lagi mendidik anak-anakku. Karena mereka sudah besar-besar dan sudah berani bertindak sewenang-wenang kepadaku!" Maka jawaban kita atas apa yang engkau katakan tersebut adalah kalaulah kita menerima alasan ini sebagai suatu bantahan atau memang merupakan kenyataan yang terjadi, kemudian kita memikirkannya maka kita akan temukan ternyata engkaulah penyebab jatuhnya kewibawaanmu di hadapan mereka. Karena engkau telah mengabaikan perintahAllah tentang mereka pada awal pertumbuhannya.
Engkau membiarkan mereka bertindak semaunya tidak pemah bertanya kepada mereka tentang harta benda yang mereka miliki, tidak mengakrabi mereka dengan cara sering bergaul bersama mereka, dan tidak pemah berkumpul bersama mereka untuk sarapan pagi atau makan malam. Sehingga mereka tidak patuh kepadamu dan tidak mau menerima arahanmu. Apabila sejak awal engkau bertakwa kepada Allah kemudian memberikan pendidikan kepada mereka dari sisi yang diperintahkan, niscaya urusan dunia dan akhiratmu akan lebih baik hasilnya.


Wallahu a'lam al-muwaffiq. 

Kitab Al-Kabair : Imam Adz-Dzahabi - Disyarahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 

Senin, 16 Februari 2026

Jangan Saling Bermusuhan dan Harus Menjaga Kehormatan

   بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Larangan Berbuat Zalim & Keharusan untuk Mengembalikan Hak Kepada Orang yang Berhak.

Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag


Hadist ke 195 :

Dari Abu Bakrah Nufa'i bin Al-Harits Radhiya1ahu Anhu, dari Nabi shallallahu Alaihi wa sallam, beliau bersabda "sesungguhnya masa itu berputar, sebagaimana ketika Allah menjadikan langit dan bumi. Setahun dua belas bulan. Empat bulan di antaranya adalah bulan mulia (bulan haram), yang tiga berturut-turut, yaitu: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab (diantara Jumadil Akhir dan Sya'ban). Kemudian Nabi bertanya 'Bulan apakah ini?' Kami menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih nengetahui.' Beliau diam sehingga kami menyangka namanya akan diganti dengan yang lain, Beliau bersabda 'Bukankah ini bulan, Dzulhijjah?", Kami meniawab, 'Benar' Beliau bertanya lagi, Negeri apakah ini, Kami menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau diam sehingga kami menyangka, kalau-kalau namanya akan diganti dengan yang lain. Bukankan ini Tanah Haram. 'Benar', jawab kami. Lalu beliau bertanya lagi, Hari apakah ini'. Kami menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Kemudian, beliau terdiam sehingga kami mengira namanya akan diganti dengan yang lain. Kemudian, beliau bersabda, ,Bukankah ini hari Nahr? Kami menjawab, 'Benar,. Beliau lantas bersabda, ,sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah haram bagi kalian, sebagaimana haramnya hari, negeri, dan bulan ini. Kamu semua akan bertemu dengan Tuhanmu dan Dia akan mempertanyakan tentang segara amal perbuatanmu. Ingatlah, jangan sampai kamu berbalik menjadi kafir sepeninggalanku, di mana salah seorang di antara kalian membunuh yang lain. Ingatlah, hendaklah yang hadir ini menyampaikan kepada yang tidak hadir, mungkin saja orang yang diberi tahu itu lebih paham dari orang yang langsung mendengarnya. Kemudian beliau bersabda, 'Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Kami menjawab, 'ya., Beliau bersabda, ,ya Allah, saksikanlah (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam menjelaskan bahwa kedua belas bulan itu di antaranya ada empat bulan yang disebut bulan-bulan mulia. Tiga bulan berturut-turut dan satu bulan tersendiri. Ketiga bulan yang berturut-turut itu adalah bulan Dzulqa'dah, Dzulhijah, dan Muharam, yang dijadikan oleh Allah sebagai bulan mulia, yang diharamkan di dalamnya peperangan dan tidak diperkenankan bagi seorang pun untuk melakukan permusuhan kepada orang lain karena bulan-bulan ini merupakan saat manusia pergi ke Baitullah yang mulia. Ini merupakan salah satu kebijaksanaan Allah.

Nabi shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "serta bulan Raiab, di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban." Yaitu, bulan keempat. Pada masa jahiliah mereka mengerjakan umrah pada bulan itu, lalu menjadikan bulan Rajab sebagai bulan umrah dan tiga bulan lainnya itu untuk haji. Lalu bulan ini menjadi bulan haram yang diharamkan di dalamnya peperangan sebagaimana juga diharamkan pada bulan Dzulqa'dah, Dzulhijah, dan Muharam.


Dari hadits ini kita dapat mengambil pelajaran :

  1. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengingatkan kepada umatnya agar mereka tidak saling bermusuhan. Tetapi sangat disayangkan, telah terjadi peperangan yang hebat di antara mereka dengan pedang dan permusuhan itu telah dipukul genderangnya sejak masa Utsman bin Affan hinga sekarang. Permusuhan itu masih tetap ada sampai sekarang, tetapi kadang-kadang permusuhan itu meluas di segala penjuru dunia dan kadang-kadang hanya di wilayah-wilayah kecil saja' Tetapi yang harus dilakukan oleh seorang Muslim adalah memelihara darah saudaranya sebisa mungkin. Memang jika seseorang diancam jiwanya, hartanya, atau kehormatannya, dia boleh mempertahankan diri, tetapi dengan cara yang paling mudah. Jika dia tidak bisa mempertahankan diri, kecuali dengan membunuh, maka dia boleh membunuh. Jika dia mampu membunuhnya, maka orang yang dibunuhnya ini masuk neraka dan jika orang yang mempertahankan diri tadi terbunuh, maka dia mati syahid, seperti yang dijelaskan dalam hadits Nabi.
  2. Dalam hadits ini ada peringatan agar berhati-hati terhadap kehormatan kaum Muslimin. Tidak diperkenankan bagi seorang Muslim untuk merusak kehormatan saudaranya, baik dia benar ataupun dusta karena jika dia benar berarti dia telah menggunjingnya dan jika dia berdusta berarti dia telah memfitnahnya. Jika kamu melihat saudaramu melakukan sesuatu yang tidak pantas, baik dalam ibadah, akhlak maupun pergaulannya, maka hendaklah kamu menasihatinya. wajib atasmu menasihati saudaramu yang berbuat salah, baik dengan lisan maupun tulisan. Dengan begitu, maka kamu lepas tanggung jawab.


Wallahu a'lam al-muwaffiq

Sabtu, 14 Februari 2026

Dosa-dosa Besar ke 26 : HAKIM YANG JAHAT

   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman

Ust. Hidayat Husein


Allah Ta'ala berfirman :

  • Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir." (QS. Al-Maaidah: 44).
  • Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" (QS. Al-Maaidah:50).
  • Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab Al-Qur'an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat." (QS. Al-Baqarah: 159)

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam beliau bersabda :

  • Allah tidak akan menerima shalat seorang pemimpin yangberhukum dengan
    selain hukum selain hukum Allah.

Penulis katakan siapa saja yang memutuskan sebuah perkara tanpa ilmu dan tanpa didukung keterangan dari Allah dan Rasul-Nya terhadap keputusannya, maka hakim seperti ini juga termasuk ke dalam kategori hakim yang diancam akan masuk neraka.

Adapun apabila seorang hakim berijtihad dan memutuskan sebuah keputusan hukum berdasarkan kebenaran dan tidak memutuskan menurut akal pikirannya kemudian ia melihat bahwa pendapat yang ia pegang tersebut ternyata lemah, maka ia tetap mendapatkan pahalanya.

Seorang hakim tidak boleh memutuskan sebuah keputusan dalam keadaan marah. Apalagi jika dalam keadaan sedang bermusuhan. Apabila dalam diri seorang hakim terdapat sifat-sifat seperti, memiliki ilmu yang minim, tabiat dan perangai yang jelek, serta kurang wara,' maka lengkap sudah kerusakannya. Wajib baginya untuk mengasingkan diri dan bergegas untuk menyelamatkan dirinya dari api neraka

Syarah :

Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata, Keadilan yang terpenting bagi seorang pemimpin adalah menerapkan syariat Islam terhadap rakyatnya. Karena hanya syariat Allah-lah yang penuh dengan keadilan. Adapun seorang pemimpin yang menerapkan undang-undang
yang dibuat oleh manusia yang bertentangan dengan syariat Allah, maka pemimpin tersebut merupakan tipe seorang pemimpin yang paling lalim dan ia adalah orang yang tidak akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Karena tidak dikatakan pemimpin yang adil apabila menghukumi hamba-hamba Allah dengan syariat yang bukan syariatNya. Siapakah yang telah membuat syariat ini untukmu? Oleh karena itu, terapkanlah hukum Allah di antara manusia.

Pemimpin yang paling adil adalah seorang pemimpin yang menerapkan hukum Allah. Misalnya ia akan menghukumi dengan syariat Allah tersebut sampai terhadap dirinya sendiri dan karib kerabat Contoh yang lainnya adalah jangan (bersikap pilih kasih) membedakan antara kerabat dan orang lain (bukn kerabat). Misalkan saja ketika kebenaran ada di pihak kerabatnya, maka ia tidak melaksanakan kebenaran itu dan ia justru menangguhkannya. Namun, jika kebenaran itu tidak berpihak kepada kerabatnya, maka ia segera memutuskannya.

Sikap seperti ini bukan merupakan sebuah sikap yang adil. Keadilan seorang pemimpin sangat banyak ragamnya dan tidak akan cukup waktunya untuk menerangkannya sekarang


Wallahu a'lam al-muwaffiq. 

Kitab Al-Kabair : Imam Adz-Dzahabi - Disyarahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 

Dosa-dosa Besar ke 25 : BUNUH DIRI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman

Ust. Hidayat Husein


Allah Ta'ala berfirman :

  • Dan janganlah kamu membunuh dirimu. sungguh, Allah Maha penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. yang demikian itu mudah bagi Allah. lika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga) (QS. An_Nisaa :29-31).
  • Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat." (QS. Al-Furqaan: 68)


Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

  • Dahulu di antara orang-orang sebelum kalian ada seseorang yang terluka lalu ia berputus asa karena lukanya tersebut. Kemudian ia mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya dengan pisau tersebut. Darahnya terus mengalir sampai akhirnya ia mati (kehabisan darah). Maka Allah Ta'ala berseru, "Hambaku telah mendahului (ketentuan atau ajal)-Ku dengan tangannya sendiri (bunuh diri). Maka akan Aku haramkan baginya surga. (Muttafaq Alaih).
  • Barangsiapa yang bunuh diri dengan sepotong besi, maka ia akan memegang potongan besi tersebut dan akan menusukan ke perutnya, ia berada di neraka jahannam dan kekal untuk selamanya. Dan barang siapa yang bunuh diri dengan meminum racun, maka di neraka jahanam, ia akan meminum racun terus menerus dan kekal di dalam neraka jahanam untuk selamanya." (MuttafaqAlaih).
  • Melaknat seorang mu'min sama dengan membunuhnya. Barang siapa yang menuduh seorang mu'min dengan kekafiran, maka sama dengan membunuhnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan sesuatu, maka Allah akan mengazabnya dengan sesuatu yang ia gunakan untuk membunuh dirinya di hari Kiamat kelak."(hadits shahih).

Syarah :

Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata "Barang siapa bunuh diri dengan menggunakan sebuah benda (seperti pisau), maka ia akan diazab dengan benda tersebut di neraka Jahannam. Artinya seseorang yang bunuh diri akan diazab di neraka Jahannam.
Apabila ada orang yang sengaja meminum racun untuk mengakhiri hidupnya, maka kelak di akhirat nanti ia akan menenggak racun terusmenerus. Ia akan terus-menerus disiksa dengan racun tersebut di dalam neraka. Seseorang yang naik ke atas atap rumatr, kemudian menjatuhkan diri ke bawah hingga tewas, maka ia akan diazab di neraka seperti cara dirinya bunuh diri. Ada pula yang bunuh diri dengan menikam tubuhnya sendiri dengan pisau. Ia akan diazab di dalam neraka dengan tikaman pisau ke tubuhnya terus menerus.

Termasuk pula dalam kategori bunuh diri adalah aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa kelompok dengan dalih bahwa perbuatan tersebut termasuk jihad. Mereka melilitkan sebuah bom rakitan berdaya ledak besar ke tubuhnya, kemudian menyusup ke dalam barisan musuh dan meledakkan bom tersebut dengan menjadikan tubuhnya sebagai korban pertama dari aksinya tersebut. Perbuatan semacam ini termasuk dalam kategori bunuh diri. Kelak ia akan diazab di neraka Jahannam seperti cara yang ia tempuh ketika menemui ajalnya. Mereka yang melakukan aksi bom bunuh diri ini menganggap bahwa mereka telah mengorbankan diri mereka untuk berjihad di jalan
Allah. Mereka sebenarnya telah melakukan tindakan bunuh diri tanpa disadari. Mereka tidak termasuk orang yang mati syahid di jalan Allah.


Bahkan mereka akan disiksa di dalam neraka Jahanam dengan cara seperti yang mereka lakukan pada saat mereka mengakhiri hidupnya. Mengapa demikian? Sebab mereka telah melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah Ta'ala. Sedangkan yang disebut seorang syuhada yaitu orang yang mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh laranganlarangan-Nya.

Hal yang perlu diketahui bahwa ada keterangan yang menjelaskan kedudukan orang yang bunuh diri dengan cara tertentu, yaitu sabda Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam, "(orang yang bunuh diri tersebut) akan diadzab di neraka Jahannam dengan cara tersebut dan ia akan
kekal selama-lamanya." Beliau menyebutkan kata-kata selama-lamanya (kekat). Lalu apakah dengan keterangan ini menunjukkanbahwa orang tersebut telah menjadi kafir? Sebab, hanya orang kafir yang akan kekal selamanya di dalam neraka.

Jawabannya, "Tidak, dia bukanlah orang kafir, sehingga (ketika meninggal) ia harus tetap dimandikan, dikafani, dishalati dan didoakan agar mendapat ampunan dari Allah Ta'ala. Hal tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terhadap seseorang yang mati bunuh diri dengan tombak. Jasad orang tersebut pun dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam supaya dishalati. Namun, beliau tidak menshalatinya. Akan tetapi, beliau malah memerintahkan para sahabat untuk menshalati jenazah tersebut' Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidaklah kafir, sehingga
ia tidak harus kekal selamanya di dalam neraka. Adapun penyebutan kata, 'kekal selama-lamanya" dalam hadits di atas karena memang katakata tersebut benar-benar berasal dari Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam maka kata tersebut merupakan ancaman yang sangat serius dan perintah untuk menjauhi perbuatan terlarang tersebut (bunuh diri).


Wallahu a'lam al-muwaffiq. 

Kitab Al-Kabair : Imam Adz-Dzahabi - Disyarahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...