بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman
Ust. Hidayat Husein
Allah Ta'ala berfirman :
- Dan janganlah kamu membunuh dirimu. sungguh, Allah Maha penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. yang demikian itu mudah bagi Allah. lika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga) (QS. An_Nisaa :29-31).
- Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat." (QS. Al-Furqaan: 68)
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
- Dahulu di antara orang-orang sebelum kalian ada seseorang yang terluka lalu ia berputus asa karena lukanya tersebut. Kemudian ia mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya dengan pisau tersebut. Darahnya terus mengalir sampai akhirnya ia mati (kehabisan darah). Maka Allah Ta'ala berseru, "Hambaku telah mendahului (ketentuan atau ajal)-Ku dengan tangannya sendiri (bunuh diri). Maka akan Aku haramkan baginya surga. (Muttafaq Alaih).
- Barangsiapa yang bunuh diri dengan sepotong besi, maka ia akan memegang potongan besi tersebut dan akan menusukan ke perutnya, ia berada di neraka jahannam dan kekal untuk selamanya. Dan barang siapa yang bunuh diri dengan meminum racun, maka di neraka jahanam, ia akan meminum racun terus menerus dan kekal di dalam neraka jahanam untuk selamanya." (MuttafaqAlaih).
- Melaknat seorang mu'min sama dengan membunuhnya. Barang siapa yang menuduh seorang mu'min dengan kekafiran, maka sama dengan membunuhnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan sesuatu, maka Allah akan mengazabnya dengan sesuatu yang ia gunakan untuk membunuh dirinya di hari Kiamat kelak."(hadits shahih).
Syarah :
Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata "Barang siapa bunuh diri dengan menggunakan sebuah benda (seperti pisau), maka ia akan diazab dengan benda tersebut di neraka Jahannam. Artinya seseorang yang bunuh diri akan diazab di neraka Jahannam.
Apabila ada orang yang sengaja meminum racun untuk mengakhiri hidupnya, maka kelak di akhirat nanti ia akan menenggak racun terusmenerus. Ia akan terus-menerus disiksa dengan racun tersebut di dalam neraka. Seseorang yang naik ke atas atap rumatr, kemudian menjatuhkan diri ke bawah hingga tewas, maka ia akan diazab di neraka seperti cara dirinya bunuh diri. Ada pula yang bunuh diri dengan menikam tubuhnya sendiri dengan pisau. Ia akan diazab di dalam neraka dengan tikaman pisau ke tubuhnya terus menerus.
Termasuk pula dalam kategori bunuh diri adalah aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa kelompok dengan dalih bahwa perbuatan tersebut termasuk jihad. Mereka melilitkan sebuah bom rakitan berdaya ledak besar ke tubuhnya, kemudian menyusup ke dalam barisan musuh dan meledakkan bom tersebut dengan menjadikan tubuhnya sebagai korban pertama dari aksinya tersebut. Perbuatan semacam ini termasuk dalam kategori bunuh diri. Kelak ia akan diazab di neraka Jahannam seperti cara yang ia tempuh ketika menemui ajalnya. Mereka yang melakukan aksi bom bunuh diri ini menganggap bahwa mereka telah mengorbankan diri mereka untuk berjihad di jalan
Allah. Mereka sebenarnya telah melakukan tindakan bunuh diri tanpa disadari. Mereka tidak termasuk orang yang mati syahid di jalan Allah.
Bahkan mereka akan disiksa di dalam neraka Jahanam dengan cara seperti yang mereka lakukan pada saat mereka mengakhiri hidupnya. Mengapa demikian? Sebab mereka telah melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah Ta'ala. Sedangkan yang disebut seorang syuhada yaitu orang yang mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh laranganlarangan-Nya.
Hal yang perlu diketahui bahwa ada keterangan yang menjelaskan kedudukan orang yang bunuh diri dengan cara tertentu, yaitu sabda Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam, "(orang yang bunuh diri tersebut) akan diadzab di neraka Jahannam dengan cara tersebut dan ia akan
kekal selama-lamanya." Beliau menyebutkan kata-kata selama-lamanya (kekat). Lalu apakah dengan keterangan ini menunjukkanbahwa orang tersebut telah menjadi kafir? Sebab, hanya orang kafir yang akan kekal selamanya di dalam neraka.
Jawabannya, "Tidak, dia bukanlah orang kafir, sehingga (ketika meninggal) ia harus tetap dimandikan, dikafani, dishalati dan didoakan agar mendapat ampunan dari Allah Ta'ala. Hal tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terhadap seseorang yang mati bunuh diri dengan tombak. Jasad orang tersebut pun dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam supaya dishalati. Namun, beliau tidak menshalatinya. Akan tetapi, beliau malah memerintahkan para sahabat untuk menshalati jenazah tersebut' Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidaklah kafir, sehingga
ia tidak harus kekal selamanya di dalam neraka. Adapun penyebutan kata, 'kekal selama-lamanya" dalam hadits di atas karena memang katakata tersebut benar-benar berasal dari Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam maka kata tersebut merupakan ancaman yang sangat serius dan perintah untuk menjauhi perbuatan terlarang tersebut (bunuh diri).
Wallahu a'lam al-muwaffiq.
Kitab Al-Kabair : Imam Adz-Dzahabi - Disyarahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar