Rabu, 18 Februari 2026

Dosa-dosa Besar ke 27 : KEPALA RUMAH TANGGA YANG MEMBIARKAN KEMUNGKARAN DI KELUARGANYA

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman

Ust. Hidayat Husein


Allah Ta'ala berfirman :

Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik, dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik, dan yang demikian itu
diharamkan bagi orang-orang mukmin." (QS. An-Nuur: 3).


NabiShallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

Tiga golongan manusia yang tidak akan masuk surga: Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dayyus (suami yang tidak memiliki kecemburuan terhadap istrinya yang melakukan perbuatan tidak senonoh), dan wanita yang menyerupai Iaki-laki, Barangsiapa (seorang suami) yang mengetahui bahwa istrinya telah melakukan perbuatan tidak senonoh, tetapi ia bersikap acuh. Hal tersebut mungkin dilakukan oleh seorang suami karena rasa cinta kepada istrinya atau dikarenakan ia memiliki utang dan ia tidak mampu untuk membayarnya atau karena ia belum melunasi mahar kepada istrinya yang sangat memberatkannya atau karena anak-anaknya yang masih kecil-kecil.

Kemudian ketika kasus ini diajukan kepada seorang hakim, semua pihak menuntutnya (sang suami) agar melunasi hak-hak mereka (tuntutan keluarga dan lain sebagainya) karena ia adalah seorang suami yang tidak memiliki perhatian terhadap keluarganya. Oleh karena itu, alangkah buruknya seorang suami yang tidak memounyai sifat cemburu.


Syarah : 

Syaikh Utsaimain Rahimahullah berkata, "Sesungguhnya telah banyak orang yang tersesat yang hanya memperhatikan perkembangan harta bendanya saja. Ia selalu memperhatikan menjaga, dan mengawasi harta bendanya. Sehingga seluruh pikiran dan fisik mereka disibukkan dengan harta tersebut sehingga melalaikan waktu istirahat dan jam tidur serta melupakan keluarga dan anak-anak. Padahal harta benda tersebut tidak lebih berharga iika dibandingkan dengan keluarga dan anak-anak.
Bukankah lebih pantas bagi mereka
untuk mengkhususkan sedikit saja dari kelebihan akal pikiran dan fisik mereka untuk mendidik keluarga dan anak-anak sehingga dengan demikian mereka (anak dan istri) menjadi orang-orang yang bersyukur atas nikmat yang Allah Ta'alalimpahkan kepadanya dan termasuk orang yang mengamalkan perintah Allah Ta'ala

Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memberi kalian kekuasaan dan membebani kalian dengan tanggung jawab terhadap keluarga. Allah telah memberi perintah kepada kalian untuk menjaga keluarga kalian dari api neraka yang sangat menakutkan. Allah Ta'ala tidak memerintahkan kalian untuk menjaga diri kalian saja. Akan tetapi, kalian harus menjaga diri sendiri dan keluarga kalian. Salah satu hal yang mengherankan adalah banyak kepala keluarga yang melalaikan perintah Allah terhadap hak anak-anak dan keluarga mereka. Apabila api dunia menyambar anaknya, maka secepatnya ia akan berusaha sekuat tenaga untuk melindunginya dan bergegas menemui dokter untuk mengobatinya. Sedangkan terhadap api akhira! ia sama sekali tidak berusaha untuk menyelamatkan keluarga dan anak-anaknya dari api akhirat tersebut.

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya setiap orang berkewajiban untuk mengawasi keluarga dan anak-anak, baik ketika mereka beraktivitas atau sedang istirahat di rumah, ketika sedang bepergian dan ketika mereka pulang, ketika bersama teman-temannya dan ketika sedang sendirian. Sehingga engkau benar-benar mengetahui segala urusan yang
mereka
lakukan dan engkau pun meyAkini arah dan jalan yang ditempuh mereka. Sehingga kebaikan dilihat sebagai kebaikan dan kejahatan akan ditolahy", mengajak mereka berdialog, mendengarkan keluhan mereka, dan menjawab pertanyaan mereka. Tidak memarahi mereka sehingga akan menelantarkan mereka. Karena hal tersebut hanya akan
menambah
bencana dan kerusakan.

Apabila seorang manusia tidak melakukan pengawasan terhadap keluarga dan anak-anaknya serta tidak mendidik mereka dengan pendidikan yang baik, lalu siapakah yang akan melakukannya? Apakah yang akan melakukannya adalah orang-orang yang jauh dan orang-orang yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka? Atau akan membiarkan saja mereka diterjang oleh arus pemikiran-pemikiran yang menyesatkan, paham-paham yang menyimpang, dan perilaku-perilaku yang rusak?

Mereka nantinya akan tumbuh menjadi suatu generasi yang bobrok, tidak akan memelihara agama Allah, serta tidak menjaga kehormatan dan hak-hak manusia. Suatu generasi anarkis yang tidak mengenal perkara yang ma'ruf dan tidak mengingkari perkara yang munkar. Hidup bebas dari segala bentuk penghambaan, kecuali penghambaan terhadap setan. Hidup lepas dari segala ikatan (aturan), kecuali ikatan kepada setan. Benar, akibatnya nanti akan seperti itu, kecuali jika Allah berkehendak lain.

Ada sebagian orang yang beralasan dengan mengatakary "Aku sudah tidak sanggup lagi mendidik anak-anakku. Karena mereka sudah besar-besar dan sudah berani bertindak sewenang-wenang kepadaku!" Maka jawaban kita atas apa yang engkau katakan tersebut adalah kalaulah kita menerima alasan ini sebagai suatu bantahan atau memang merupakan kenyataan yang terjadi, kemudian kita memikirkannya maka kita akan temukan ternyata engkaulah penyebab jatuhnya kewibawaanmu di hadapan mereka. Karena engkau telah mengabaikan perintahAllah tentang mereka pada awal pertumbuhannya.
Engkau membiarkan mereka bertindak semaunya tidak pemah bertanya kepada mereka tentang harta benda yang mereka miliki, tidak mengakrabi mereka dengan cara sering bergaul bersama mereka, dan tidak pemah berkumpul bersama mereka untuk sarapan pagi atau makan malam. Sehingga mereka tidak patuh kepadamu dan tidak mau menerima arahanmu. Apabila sejak awal engkau bertakwa kepada Allah kemudian memberikan pendidikan kepada mereka dari sisi yang diperintahkan, niscaya urusan dunia dan akhiratmu akan lebih baik hasilnya.


Wallahu a'lam al-muwaffiq. 

Kitab Al-Kabair : Imam Adz-Dzahabi - Disyarahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...