Senin, 16 Februari 2026

Jangan Saling Bermusuhan dan Harus Menjaga Kehormatan

   بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Larangan Berbuat Zalim & Keharusan untuk Mengembalikan Hak Kepada Orang yang Berhak.

Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag


Hadist ke 195 :

Dari Abu Bakrah Nufa'i bin Al-Harits Radhiya1ahu Anhu, dari Nabi shallallahu Alaihi wa sallam, beliau bersabda "sesungguhnya masa itu berputar, sebagaimana ketika Allah menjadikan langit dan bumi. Setahun dua belas bulan. Empat bulan di antaranya adalah bulan mulia (bulan haram), yang tiga berturut-turut, yaitu: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab (diantara Jumadil Akhir dan Sya'ban). Kemudian Nabi bertanya 'Bulan apakah ini?' Kami menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih nengetahui.' Beliau diam sehingga kami menyangka namanya akan diganti dengan yang lain, Beliau bersabda 'Bukankah ini bulan, Dzulhijjah?", Kami meniawab, 'Benar' Beliau bertanya lagi, Negeri apakah ini, Kami menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau diam sehingga kami menyangka, kalau-kalau namanya akan diganti dengan yang lain. Bukankan ini Tanah Haram. 'Benar', jawab kami. Lalu beliau bertanya lagi, Hari apakah ini'. Kami menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Kemudian, beliau terdiam sehingga kami mengira namanya akan diganti dengan yang lain. Kemudian, beliau bersabda, ,Bukankah ini hari Nahr? Kami menjawab, 'Benar,. Beliau lantas bersabda, ,sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah haram bagi kalian, sebagaimana haramnya hari, negeri, dan bulan ini. Kamu semua akan bertemu dengan Tuhanmu dan Dia akan mempertanyakan tentang segara amal perbuatanmu. Ingatlah, jangan sampai kamu berbalik menjadi kafir sepeninggalanku, di mana salah seorang di antara kalian membunuh yang lain. Ingatlah, hendaklah yang hadir ini menyampaikan kepada yang tidak hadir, mungkin saja orang yang diberi tahu itu lebih paham dari orang yang langsung mendengarnya. Kemudian beliau bersabda, 'Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Kami menjawab, 'ya., Beliau bersabda, ,ya Allah, saksikanlah (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam menjelaskan bahwa kedua belas bulan itu di antaranya ada empat bulan yang disebut bulan-bulan mulia. Tiga bulan berturut-turut dan satu bulan tersendiri. Ketiga bulan yang berturut-turut itu adalah bulan Dzulqa'dah, Dzulhijah, dan Muharam, yang dijadikan oleh Allah sebagai bulan mulia, yang diharamkan di dalamnya peperangan dan tidak diperkenankan bagi seorang pun untuk melakukan permusuhan kepada orang lain karena bulan-bulan ini merupakan saat manusia pergi ke Baitullah yang mulia. Ini merupakan salah satu kebijaksanaan Allah.

Nabi shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "serta bulan Raiab, di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban." Yaitu, bulan keempat. Pada masa jahiliah mereka mengerjakan umrah pada bulan itu, lalu menjadikan bulan Rajab sebagai bulan umrah dan tiga bulan lainnya itu untuk haji. Lalu bulan ini menjadi bulan haram yang diharamkan di dalamnya peperangan sebagaimana juga diharamkan pada bulan Dzulqa'dah, Dzulhijah, dan Muharam.


Dari hadits ini kita dapat mengambil pelajaran :

  1. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengingatkan kepada umatnya agar mereka tidak saling bermusuhan. Tetapi sangat disayangkan, telah terjadi peperangan yang hebat di antara mereka dengan pedang dan permusuhan itu telah dipukul genderangnya sejak masa Utsman bin Affan hinga sekarang. Permusuhan itu masih tetap ada sampai sekarang, tetapi kadang-kadang permusuhan itu meluas di segala penjuru dunia dan kadang-kadang hanya di wilayah-wilayah kecil saja' Tetapi yang harus dilakukan oleh seorang Muslim adalah memelihara darah saudaranya sebisa mungkin. Memang jika seseorang diancam jiwanya, hartanya, atau kehormatannya, dia boleh mempertahankan diri, tetapi dengan cara yang paling mudah. Jika dia tidak bisa mempertahankan diri, kecuali dengan membunuh, maka dia boleh membunuh. Jika dia mampu membunuhnya, maka orang yang dibunuhnya ini masuk neraka dan jika orang yang mempertahankan diri tadi terbunuh, maka dia mati syahid, seperti yang dijelaskan dalam hadits Nabi.
  2. Dalam hadits ini ada peringatan agar berhati-hati terhadap kehormatan kaum Muslimin. Tidak diperkenankan bagi seorang Muslim untuk merusak kehormatan saudaranya, baik dia benar ataupun dusta karena jika dia benar berarti dia telah menggunjingnya dan jika dia berdusta berarti dia telah memfitnahnya. Jika kamu melihat saudaramu melakukan sesuatu yang tidak pantas, baik dalam ibadah, akhlak maupun pergaulannya, maka hendaklah kamu menasihatinya. wajib atasmu menasihati saudaramu yang berbuat salah, baik dengan lisan maupun tulisan. Dengan begitu, maka kamu lepas tanggung jawab.


Wallahu a'lam al-muwaffiq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Orang-Orang Yang Bangkrut Sesungguhnya

          بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Larangan Berbuat Zalim & Ke...