بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Larangan Berbuat Zalim & Keharusan untuk Mengembalikan Hak Kepada Orang yang Berhak.
Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag
Hadist ke 189 :
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata : Ketika kami memperbincangkan tentang haji Wada, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berada di antara kami. Kami belum tau apakah sebenearnya haji Wada itu. Tiba-tiba Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memuji dan menyanjung Allah serta menceritakan tentang Al Masih Dajjal, sambil memperpanjang ceritanya, beliau bersabda, Tidak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia memperingatkan umatnya. Nabi Nuh telah memperingatkan umatnya, demikian pula dengan nabi-nabi sesudahnya. Ketika Dajjal keluar di tengah-tengah kalian, maka apa pun sifat yang disembunyikannya, niscaya terungkap bagi kalian. Sesungguhnya Tuhanmu tidaklah buta mata sebelah, tetapi Dajjal matanya buta sebelah kanan, seperti buah anggur. Ingatlah, sesungguhnya Allah telah mengharamkan darah dan hartamu sebagaimana haramnya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Ingatlah, bukankan aku telah menyampaikannya? para sahabat menjawab, "Ya" Kemudian, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berdoa, Ya Allah, saksikanlah, ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanla. Berhati-hatilah dan ingatlah, jangan kalian kembali kafir sepeninggalanku, ketika salah seoran di antara kalian membunuh yang lain. (Diriwayatkan Bukhari).
Haji wada adalah haji yang dilakukan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada tahun kesepuluh Hijriyah. Pada saat itu beliau mengucapkan selamat tinggal kepada manusia seraya bersabda, mungkin saya tidak bisa bertemu lagi dengan kalian setelah tahun ini. Dan pada saat haji Wada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkutbah mengingatkan tentang Al Masih Dajjal. Dajjal memiliki tanda-tanda jelas yang menunjukkan bahwa dia pembohong :
- Tertulis di antara dua matanya kata kafara (kafir) yang dapat dibaca oleh orang mukmin saja, walaupun dia tidak bisa membaca karena tulisan itu bukan tulisan biasa, melainkan tilisa yang bersifat ketuhanan dari Allah.
- Matanya yang sebelah kana buta, sedangkan Allah tidak buta, melainkan memiliki sifat-sifat yang sempurna. Tidak ada kekurangan dalam sifat-sifat Nya bila ditinjau dari berbagai macam aspek. Sedangkan Dajjal ini matanya buta sebelah kanan, seperti buah anggur. Ini merupakan tanda-tanda fisik yang tampak jelas dan dapat diketahui setiap orang.
Rasululah Shallallhu Alaihi wa Sallam mengingatkan tentang masalah Dajjal ini dengan peringatan yang keras dan mengabarkan bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman. Pada saat itu dunia hanya terseisa 40 hari saja, tetapi 1 hari lamanya seperti setahun.
Hadist ke 190 :
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, Bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Siapa saja yang mengambil hak orang lain, walaupun hanya sejengkal tanah, maka akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi. (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
Hadist ke 191 :
Dari Abu Musa Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, sesungguhnya Allah memberi kebebasan kepada orang yang berlaku aniaya, tetapi apabila datang siksaan-Nya maka ia tidak akan dapat menghindarinya, kemudia beliau membaca ayat, Wakadzalika Akhdu Rabbika Idza Akhadzal Quraa Wahiya Dzaaimatun Inna Akhdzahuu Alimun Syadid (Dan begitulah azab tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih lagi keras) diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Dalam hadist 190 menjelaskan tentang salah satu bentuk kezaliman di muka bumi, yaitu berbuat zalim dalam masalah pertanahan. Melakukan kezaliman dalam bidang pertanahan adalah dosa besar karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melaknat orang yang mengubah tanda pembatas tanah. Dalam hadist ini terdapat dalil bahwa orang yang memiliki tanah berarti dia memilikinya hingga dasarnya sampai tujuh lapis dan tidak boleh seseorang pun membuat lobang di bawah tanahnya, kecuali atas seizin pemilik tanah. Dan juga udara di atas tanah seseorang juga masih menjadi hak pemiliki tanah, sehingga tidak boleh orang lain membangun bangunan yang melewati batas tanah walaupun berada di lantai atas.
Dalam hadist 191, artinya Allah memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk berbuat zalim dan tidak menyegerakan siksaanya. Ini merupakan ujian yaitu Istidraj, dan azab Allah begitu pedih.