بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Larangan Berbuat Zalim & Keharusan untuk Mengembalikan Hak Kepada Orang yang Berhak.
Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag
Hadist ke 187 :
Dari Jabir Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Takutlah kalian kepada kezaliman karena kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat, dan takutklah kamu pada ketamakan sebab orang-orang sebelum kalian binasa karena tamak, dan hal itulah yang menyebabkan mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan yang haram, (Diriwayatkan Muslim).
Kezaliman ada dua macam :
1. Kezaliman yang berkaitan dengan hak Allah
Kezaliman yang berkaitan dengan hak Allah mencakup tiga hal penting :
- Kezaliman kepada jiwa adalah kezaliman terhadap darah yang dilakukan manusia pada hak orang lain dnegna cara menumpahkan darah, melukai, dll.
- Kezaliman pada harta adalah memusuhi manusia dengan cara menzalimi hartanya baik karena tidak menjalankan kewajiban, melakukan perbuatan haram, menolak kewajiban yang dibebankan atasnya, maupun melakukan sesuatu yang diharamkan pada harta orang lain.
- Menganiaya nama baik mencakup memusuhi orang lain dengan zina, homo, tuduhan berzina, dll.
- Agar berhati-hati dari kezaliman
- Agar berhati-hati dari ketamakan.
Hadist ke 188 :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, sesungguhnya kalia pada hari kiamat benar-benar diperintahkan untuk mengembalikan semua hak yang diambil kepada yang berhak sehingga kambing yang tidak bertanduk karena ditanduk yang lain diberi hak untuk membalas kepada kambing yang bertanduk (Diriwayatkan Muslim).
Dalam hadist ini Rasulullah bersumpah bahwa hak-hak semua makhluk akan diberikan kepada pemiliknya pada hari kiamat dan tidak ada satu pun hak orang yang dihilangkan. Hakmu di dunia jika belum terpenuhi akan dipenuhi di akhirat.
Pada hari kiamat kelak setiap orang yang zalim akan diqishash sesuai dengan kezalimannya terhadap orang yang dizalimi dan diambil kebaikan orang yang zalim untuk ditambahkan kepada kebaikan orang yang terzalimi, kecuali jika orang yang berbuat zalim itu tidak punya kebaikan maka keburukan orang yang dizalimi diberikan kepada orang yang zalim tersebut. Sesuai sabda Rasulullah siapa orang yang bangkru di antara kalian? para sahabat menjawab, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta benda, Rasulullah bersabda sesungguhnya orang yang bangkru dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengna membawa shalat, puasa, zakat, tetapi ia suka mencaci-maki, menuduh, makan harta orang lain, menumpahkan darah, serta memukul orang lain. Kemudian pahalanya diberikan kepada orang yang dianiayanya. Jika kebikannya sudah habis, sedangkan kesalahan-kesalahannya belum terbayar, maka ia dilemparkan di tengah-tengah orang-orang yang pernah dianiayannya yang akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka.
Wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar