Senin, 08 Desember 2025

Tanda-Tanda Seseorang itu Munafik

  بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Perintah  Menunaikan Amanah.

Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag


Hadist ke 184 : 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu Alaihi wa salam bersabda, Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu Apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat." (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).

Dalam satu riwayat lain disebutkan : walaupun ia berpuasa, sholat, dan mengira bahwa dirinya muslim.

Orang munafik adalah orang yang menyembunyikan kejahatan dan menampakkan kebaikan. Di antaranya orang yang menyembunyikan kekafiran dan menampakkan Islam. Pada awalnya kata munafik itu diambil dari kata "nafaqaau yarbuu'' Yaitu' orang yang menggali lubang di dalam bumi, kemudian membuat lubang sebagai pintu dibagian atas untuk keluar. Tetapi lubang itu tersembunyi yang tidak diketahui sehingga jika ada orang yang mengganggu di depan pintu orang yang ada di dalam lobang itu akan memukul kepalanya sehingga dia lari. orang munafik menampakkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan menampakkan islam dan menyembunyikan kekafiran.

Tanda-tanda yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terkait orang munafik : 

  1. Jika berbicara ia dusta, misalnya dia berkata si fulan melakukan begini dan begitu tetapi jika diperiksa kebenarannya ternyata dia berbohong karena si fulan tidak melakukan apa-apa. Jika melihat orang berdusta, ketahuilah bahwa dalam hatinya terdapat secercah kemunafikan.
  2. Jika berjanji ia menyelisihi, misalnya dia berjanji kepadamu sesuati tetapi dia mengingkarinya seraya berkata kepadamu Saya akan datang kepadamu pada jam 07.00 tetapi ternyata dia tidak datang dan semisalnya. Jika mendapati orang yang sering mengingkari janji dan tidak menunaikannya ketahuilah bahwa di dalam hatinya ada sedikit kemunafikan.
  3. Jika dipercaya ia berkhianat, misalnya ada seseorang yang kita ceritakan sesuatu dan kita minta untuk merahasiakannya dan ternyata orang tersebut mengkhianatimu maka orang tersebut termasuk ke dalam golongan orang-orang munafik.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengabarkan berita ini untuk dua tujuan : 

  1. Mengingatkan dari sifat-sifat yang tercela ini karena hal itu termasuk tanda-tanda orang munafik dan ditakutkan kemunafikan praktis ini dapat meyebabkan kepada kemunafikan dalam akidan sehingga dia menjadi seorang munafik dalam keyakinan yang mengerluarkannya dari Islam, sedangkan ia tidak merasa.
  2. Agar kita menghindari sifat-sifat ini dan tahu bahwa orang munafik itu menipu dan bermain-main dengan kita sehingga kita tergida dengan kata-katanya.


Hadist ke 185 : 

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bercerita tentang dua peristiwa, yang pertama saya sudah mengetahui kenyataanya, sedangkan yang kedua itu saya masih menunggunya.

Pertama, beliau bercerita bahwa amanat itu datang ke lubuk hati manusia, kemudian turunlah Al-Qur'an, maka mereka mau mempelajari Al-Quran dan As-Sunah.

Kedua beliau menceritakan tentang dicabutnya amanat, yaitu ada seorang lelaki yang sedang tidur, kemudian dicabutlah amanat itu dari hatinya sehingga sisa sedikit saja. Kemudian, ia tidur ragi, maka tercabut pula sisa amanat itu, dan yang ada hanya bekasnya saja siperti bara api yang terinjak telapak kaki dan menimbulkan bengkak, sedangkan kamu melihat bahwa di situ tidak apa-apa. Sambil memberi contoh beliau lalu mengambil batu kecil dan diinjak dengan kakinya. Setelah itu, orang-orang seperti biasanya (berjual beli), tetapi tidak terdapat lagi orang yang jujur (amanah), sehingga kalau ada seseorang yang dapat dipercaya dan mendapat pujian dikatakan Alangkah sabarnya, Alangkah cerdiknya, dan Alangkah pandainya. Padahal menurut beliau di dalam hatinya tidak sedikit pun terselip keimanan walau sebesar biji sawi. Huzaifah berkata : sungguh saya telah mengalami suatu masa dimana saya tidak memilih orang dalam berbaiat bila ia seorang Muslim, ia patuh dan taat pada agamanya. Apabila ia nasrani atau yahudi, ia takut kepada hukum negara. Adapun kini saya tidak bisa mempercayai dalam berbaiat, kecuali pada si Fulan dan si Fulan. (Diriwyatkan Bukhari dan Muslim).


Wallahu a'lam al-muwaffiq.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...