بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Beratnya Siksaan Bagi Orang Yang Tidak Konsekuen.
Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag
Hadist Ke 183 :
Dari Abu zaid, Usamah bin zaid bin Haritsah Radhilallahu Anhuma" ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Pada hari kiamat, ada seseorang yang didatangkan dan di lemparkan ke dalam neraka kemudian dikeluarkan ususnya lalu berputar-putar di dalamnya bagaikan berputarnya keledai yang sedang menggiling. Melihat yang dimikian, berkerumunlah ahli neraka seraya berkata, 'Hai Fulan, mengapa kamu seperti ini? Bukankah engkau yang menyuruh untuk berbuat baik dan melarang dari perbuatan mungkar ? Ia menjawab, Benar, akulah yang menganjurkin kebaikan, tetapi aku tidak mengerjakannya dan aku melarang dari perbuatan mungkar, tetapi aku melakukannya" (Diriwaytkan Bukhari dan Muslim).
Dalam hadist ini terdapat peringatan yang keras kepada orang yang menyuruh berbuat ma'ruf dan melarang dari yang mungkar tetapi dia sendiri bartentangan dengan perkataan dan perbuatannya.
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, " Pada hari Kiamat, ada seseorong yang didatangkan dan dilemparkan ke dalam neraka" yaitu didatangkan kepada malaikat, lalu dilemparkan ke dalam neraka dan tidak dimasukkan dengan cara yang halus, tetapi dilemparkan seperti batu yang dilemparkan ke dalam jurang sehingga isi perutrya keluar, yaitu usus-ususnya. Kata "aqtaab" adalah jama' dari kata "qutb" yang artinya usus' Sedangkan makna kata "tandaliqu" adalah keluar dari perutnya karena lemparan ' yang keras' Na'uudzu billah.
"Lalu berputar-putar di dalamnya bagaikan berputarnya keledai yang sedang menggiling. Penyerupaan ini adalah untuk menjelekkan. Dia diserupakan dengan keledai yang berputar mengelilingi tempat penggilingan gula.
Yang harus dirakukan orang adalah memulai dari dirinya sendiri, lalu beramar ma'ruf dan bernahi mungkar karena hak manusia yang paling besar atas kamu setelah Rasulullah adalah dirimu sendiri,
Mulailah dari dirimu, lalu cegahlah penyelewengan, Jika kamu bisa mencegahnya, maka kamu adalah orang yang bijaksana.
Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian berusahalan untuk menasihati saudaramu, suruhlah berbuat ma'ruf dan cegahlah berbuat mungkar agar kamu menjadi orang yang salih. Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang salih. Innahu Jawwaadun karim.
Wallahu a'lam al-muwaffiq.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar