بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Perintah Menunaikan Amanah.
Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag
Hadist ke 186 :
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radiyallahu Anhuma. ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah Yang Maha Pemberkah lagi Maha tinggi nanti akan mengumpulkan semua manusia, lalu orang-orang mukmin berdiri di dekat surga. Mereka mengunjungi kepada Nabi Adam Alaihis Sallam. dan berkata: “Wahai bapak kami, bukakanlah pintu surga itu untuk kami semua”. Nabi Adam Alaihis Sallam. menjawab: “Bukankah kesalahan bapakmu yang mengakibatkan kamu terusir dari surga ?” Cobalah kalian datangi putraku Ibrahim kholilullah”. Lalu mereka bersama-sama mendatangi Nabi Ibrahim, namun dijawab oleh nabi Ibrahim: “Saya tidak punya hak dalam masalah ini karena aku adalah kholilullah yang paling belakang. Cobalah kamu datang kepada nabi Musa yang dimana Allah berfirman kepadanya : “Lalu mereka bersama-sama mendatangi nabi Musa Alaihis Sallam. namun dijawab: “Itu bukan urusanku. Datanglah kepada Nabi Isa kalimah dan ruh Allah”. Maka Isa pun menjawab: “Saya bukanlah yang berhak tentang itu”. Mereka lalu mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. maka berdirilah beliau dan diijinkanlah beliau. Kemudian beliau melepaskan amanat dan kasih sayang . yang selanjutnya amanat dan kasih sayang itu berada di kanan kiri shiratal mustagim. Akhirnya lewatlah kelompok pertama seperti kilat cepatnya. Saya (Hudzaifah ) bertanya: “Demi ayah dan ibu, apakah ada sesuatu yang jalannya seperti kilat?”. “Beliau menjawab : “Bukankah kamu melihat, bagaimana cepatnya jalan itu hanya sekejap mata”. Kemudian berlalulah orang yang melintasinya seperti angin, kemudian ada orang yang melintasinya bagaikan burung terbang cepatnya, dan ada pula orang yang melintasinya bagaikan pelari maraton yang sangat kencang larinya.-Semuanya itu tergantung amal perbuatannya, sedangkan Nabi Muhammad saw. berdiri di atas titian (shirat) seraya berdo’a: RABBII SALLIM SALLIM (Ya Tuhanku, selamatkanlah selamatkanlah) sehingga tiba giliran orang yang paling sedikit amal baiknya. Mereka tiada mampu untuk berjalan dengan kakinya kecuali merangkak-rangkak. Dan pada kanan kiri shiratal mustagim itu dipasang alat terbuat dari besi yang ditugaskan untuk mengambil orang yang diambilnya, maka ada diantara mereka yang terluka tetapi selamat, dan ada pula yang terjerumus ke dalam neraka. Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah Radiyallahu Anhuma. berada dalam genggamanNya, sesungguhnya dalamnya neraka jahannam itu sejauh perjalanan tujuh puluh tahun turun kebawah”. (HR. Muslim).
Relevansi hadist ini dengan judul bab bahwa Nabi Adam terningat kembali kesalahannya dan kesalahan istrinya, yaitu keduanya memakan buah pohon yang dilarang Allah. Akan tetapi, dia bertaubat kepada Allah dalam hal ini sehingga Allah memerintahkan agar dia dan istrinya turun ke muka bumi. Ketika orang-orang pergi menuju Adam dalam keadaan yang genting seperti ini pada hari kiamat, dia menyatakan tidak bisa memberikan bantuan kepada mereka seraya mengingat kesalahannya.
Lalu orang-orang berbondong-bondong datang kepada Nabi Nuh untuk meminta pertolongan, tetapi Nabi Nuh menolak karena beliau pernah bertanya keapda Allah tentang sesuati yang tidak mempunyai ilmu, yaitu ketika Nabi Nuh berseru kepada Allah sambil berkata, ya Tuhanku sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan susungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya (Huud : 45).
Lalu orang-orang berbondong-bondong datang kepada Nabi Ibrahim untuk meminta pertolongan, tetapi ditolak karena Nabi Ibrahim berkata pernah berdusta tentang Zat Allah sebanyak tiga kali, kebohongan yang beliau sebutkan itu bukan kebohongan yang sesungguhnya karena beliau telah menakwilkannya dan menakwilkan bukan kebohongan melainkan karena besarnya pengagungan beliau kepada Allah. Namun demikian, beliau menganggap bahwa hal itu menjadi penghalang baginya untuk memberikan syafaat.
Kemudian orang-orang berbondong-bondong datang kepada Nabi Musa untuk meminta pertolongan, tetapi beliau menolak untuk memberikan syafaat karena beliau pernah membunuh jiwa yang tidak diperintahkan Allah untuk dibunuh.
Kemudian orang-orang berbondong-bondong datang kepada Nabi Isa untuk meminta pertolongan, tetapi ia meminta maaf tidak dapat memberikan syafaat dan memberikan solusi lain yaitu para manusia diarahkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Dari keterangan hadist syafaat ini dan dari ketepatan bahwa para Nabi itu terpelihara dari dosa.
Dalam hadist ini terdapat dalil bahwa amanah dan kasih sayang berdiri di dua sisi shirath. Shirat adalah jembatan yang dibentangkan di atas bibir neraka Jahanam. Para ulama berselisih pendapat tentang bentuk Jebatan ini, apakah luas atau sempit. Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa jembatan itu lebih lembut daripada rambut dan lebih tajam dari pedang. Tetapi manusia bisa melewatinya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Di atas jembatan itu ada burung-burung elang yang merupakan penjelmaan dari amal perbuatan mereka, yang akan membawa mereka sesuai dengan amal mereka. di antara manusia ada yang diangkat, lalu dilemparkan ke dalam neraka. Ada yang berjalan cepat seperti kilatan petir, ada yang berjalan seperti orang naik untia, ada yang berjalan seperti angin, sesuai dengan derajat dan amal mereka.
Doa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam " Ya Allah, selamatkan, selamatkan!" Setiap orang takut kepada dirinya sendiri karena masalahnya tidak mudah dan sangat sulit. Pada saat itu manusia sangat ketakutan dan khawatir, tetapi orang-orang Islam dapat melewati Jembatan ini hingga ke surga. Di antara manusia ada yang terjatuh kedalam neraka Jahanan dan diazab sesuai dengan amalannya.
Sedangkan orang-orang kafir murni, mereka tidak akan bisa menaiki dan menyeberangi jembatan ini, tetapi amal perbuatan mereka mengiringi mereka ke dalam api neraja Jahanam. Orang yang dapat menaiki Jembatan Shirat itu hanyalah orang-orang mukmin saja. Tetapi siapa yang mempunyai dosa yang tidak terampuni, dia akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam terlebih dahulu, dan diazab sesuai dengan amalannya.
Wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar