بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Amar Ma'ruh dan Nahi Mungkar.
Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag
Hadist ke 177
Diriwaytkan dari ummul Mukminin ummul Hakam Zainab bintu Jahsy Radhiyallahu Anha, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam masuk ke rumah dengan perasaan takut seraya bersabda, *Tidak ada Tuhan selain Allah, hendaknya bangsa Arab harus selalu waspada terhadap bencana yang hampir menimpanya, di mana saat ini telah terbuka tirai Ya'juj dan Ma'juj sebesar ini-sambil merenggangkan kedua jairya, yaitu ibu jari dan jari sesudahnya". Saya bertanya, "Wahai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, apakah kami akan binasa, sedangkan di tengah-tengah kami ada orang-orang yang berbuat kcbajikan ? " Beliau menjawab, " Ya apabila kejahatan merajalela" (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Laa ilaaha illallah" dalam keadaan takut dan rona wajah berubah seperti ini, untuk memperkuat tauhid dan menenangkan hati. Kemudian, beliau mengingatkan orang Arab seraya berkata, "Hendaklah orang Arab waspada dari bencana yang telah dekat." Beliau mengingatkan orang Arab karena merekalah yang membawa bendera Islam dan karena Allah mengutus Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada orang-orang Arab yang tidak dapat membaca, Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam menjelaskan ancaman ini kepada orang Arab karena merekalah yang membawa bendera Islam' Sabda beliau, "Dari bencana yang telah mendekat'" Bencana dimaksud adalah bencana yang terjadi karena adanya Ya'juj dan Ma'juj' maka dari itu beliau menafsirkan peryataannya ini dengan bersabda, ,,Dimana saat ini telah terbuka tirai Ya',juj dan Ma',jui sebesar ini-sambil merenggangkan kedua jarinya, yaitu ibu iari dan jari sesudahnya-'" Walaupun lubang itu masih kecil, tetapi itu menjadi ancaman tersendiri bagi orang Arab.
Kejahatan pada hadits ini bisa bearti dua hal : pertama, perbuatan jahat; orang Yang berbuat jahat' Jika banyak terjadi kejahatan dalam masyarakat walaupun mereka Muslim maka mereka rentan tertimpa kehancuran' Dan jika banyak dalam masyarakat mereka orang-orang kafir' mereka juga rentan ditimpa kehancuran. Maka dari itu, Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam mengingatkan tentang orang-orang Yahudi, Nasrani' dan musyrik yang masih tinggal di Jazirah Arab seraya bersabda, Keluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab.
Beliau bersabda ketika menjelang ajalnya tiba, "Keluarkan orang-orang musyrik dari Jazirah Arab. Pada masa akhir kehidupannya, beriau bersabda, 'Jika saya masih hidup, tentu saya benar-benar akan mengeluarkan orang-orang yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab."
Atau beliau juga bersabda, "saya benar-baenar akan mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab sehingga tidak saya biarkan di dalamnya, kecuali orang-orang lslam.,, Demikianlah menurut hadits sahih yang diriwayatkan dari beliau. Tetapi sayangnya, pada saat ini Anda dapati seakan-akan banyak orang berlomba-lomba mendapatkan pembantu dari yahudi, Nasrani, dan penyembah berhala karena menganggap bahwa mereka lebih baik daripada pembantu Muslim. Na'uudzu billah. Kita berlindung kepada Allah dari
kehinaan dan yang berlawanan dengan fitrah.
Hadist ke 178
Diriwaytkan dari Abu Sa'id Al'Khudri Radhilallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Jauhilah duduk-duduk di tepi jalan!" Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kami tidak bisa meninggalkan tempat-tempat itu karena di tempat itulah kami membicarakan sesuatu." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Apabila kalian merasa tidak bisa meninggalkan duduk-duduk di sana maka penuhilah hak jalan itu" Para sahabat bertanya, "Apakah hak jalan itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Menundukkan pandangan mata, mencegah ganguan, menjawab salam, amar ma'ruf dan nahi mungkar." (Diriwaytkan Bukhari dan Muslim).
Penulis An-Nawawi meriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Jauhilah duduk-duduk di tepi jalan." Susunan kalimat ini adalah untuk mengingatkan. Yaitu, saya ingatkan kepada kalian, janganlah kalian
duduk-duduk di tepi jalan karena duduk-duduk di tepi jalan dapat menyebabkan aib manusia tersingkap, baik yang pergi maupun yang pulang, dan melihat tujuan-tujuan khusus yang seseorang tidak ingin tujuan itu diketahui orang lain. Bisa juga hal itu menyebabkan kepada membicarakan aib orang lain dan menggunjing orang yang melewati mereka.
Ketika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat bahwa mereka bersikeras ingin duduk-duduk di tempat itu, beliau bersabda, 'Apabila kalian merasa tidak bisa meninggalkan duduk-duduk di sana, maka penuhilah hak jalan itu. " Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam tidak memaksa mereka untuk tidak duduk-duduk di tepi jalan yang di dalamnya mereka berbincang-bincang antara satu dengan yang lain dan saling bercanda serta bersenda-gurau, maka beliau tidak memberatkan mereka karena beliau sangat penyayang kepada orang-orang Mukmin. oleh karena itu, beliau bersabda, 'Apabila kalian merasa tidak bisa meninggalkan duduk-duduk di sana, maka penuhilah hak jalan itu. Hak jalan itu ada lima hal :
- Menundukkan pandangan mata. Tundukkan pandangan matamu matamu dari orang yang lewat, baik laki-laki maupun perempuan karena laki-laki harus menundukkan pandangannya dari melihat perempuan dan begitu juga perempuan harus menundukkan pandangan matanya dari melihat laki-laki. Janganlah kamu memelototinya sehingga kamu mengetahui secara jelas apa yang ada padanya. Dulu jika ada orang lewat menuju ke rumah sambil membawa sesuatu di tangannya, mereka melihatnya seraya berkata, "Membawa apa dia?" Dan berbagai pertanyaan lainnya. Misalnya, jika ada seorang lelaki membawa daging untuk keluarganya di rumah, rumah, mereka membincangkannya dan berkata, "si Fulan pada hari ini membawa daging untuk keluarganya si Fulan membawa ini dan si Fulan membawa-membawa ini." oleh karena itu, Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam menyuruh sahabat-sahabatnya agar menundukkan pandangan mata.
- Mencegah gangguan. Yaitu, tidak mengganggu, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Mengganggu dengan perkataan adalah dengan menggunjing orang yang lewat atau membicarakan orang itu dengan gunjingan atau celaan. Adapun mengganggu dengan perbuatan adalah dengan mempersempit jalan, seperti, memenuhi jalan sehingga mempersulit orang yang akan lewat dan tidak bisa lewat, kecuali dengan susah payah.
- Menjawab salam. Jika ada seseorang membaca salam, maka dia menjawabnya. Itulah hak pengguna jalan, karena menurut sunah, orang yang jalan harus mengucapkan salam kepada orang yang duduk. Jika disunahkan bagi orang yang berjalan untuk mengucapkan salam, maka kepada orang yang duduk dia harus menjawab salam.
- Amar ma'ruf. Ma'ruf adalah segala sesuatu yang diperintahkan Allah atau Rasul-Nya. Jika kamu melihat seseorang tidak melakukan sesuatu yang ma'ruf, baik dia orang yang sedang berjalan atau diam, maka suruhlah dia berbuat ma'ruf, perintahkan kepadanya agar berbuat baik, rayulah dia dan jadikan dia senang kepada kebaikan.
- Melarang dari kemungkaran. Jika kamu melihat seseorang yang yang berjalan itu berbuat mungkar, seperti, berjalan sambil merokok dan melakukan kemungkaran lainnya, maka laranglah dia dan itulah salah satu satu hak jalan.
Wallahu a'lam al-muwaffiq.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar