بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian rutin Musholla Baiturrahman 3 September 2025, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Ajakan Kepada Yang Benar atau Yang Sesat.
Ust Syarif Hidyatullah S.Ag
Hadist ke 165:
Diriwaytkan dari Abul Abbas Sahl bin Sa'ad As'Sa'idi Radhilallahu Anhu, ia berkata, "Ketika Perang Khaibar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku akan berikan bendera kepada seorang lelaki, dengan tangannyalah Allah akan memberi kemenangan, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai Allah dan Rasul-Nya. Semalaman orang ramai berbicara siapakah gerangan yang akan diberi bendera oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Keesokan harinya mereka pergi menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berharap supaya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi bendera itu kepada mereka. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya, 'Di manakah Ali bin Abu Thalib?' Ada yang mengatakan,' Ya Rasulullah, beliau sedang sakit mata'. Kemudian, mereka pergi untuk mencari Ali dan membawanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Maka, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meludah ke dalam matanya serta berdoa untuknya. Setelah itu, mata Ali terus sembuh seperti sebelumnya, lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberikan bendera itu kepadanya Ali Radhiyallahu Anhu berkata 'Wahai Rasulullah! Aku akan memerangi mereka sehingga mereka seperti kita' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Lakukan dengan hati-hati sehingga kamu sampai ke wilayah mereka, kemudian serulah mereka pada agama Islam dan beritahu mereka tentang kewaiiban mereka terhadap hak Allah Demi Allah, sekiranya seseorang lelaki diberi petunjuk oleh Allah karena kamu, adalah lebih baik bagimu daripada memiliki beberapa ekor keledai'." (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
Perang Khaibar di awali karena berhianatnya para ahli kitab (yahudi) yang berencana akan membunuh Rasulullah, akan berhianat dari dalam pasukan Rasulullah.
Dari hadist tersebut dijelaskan terkait ciri-ciri orang yang akan diberi bendera:
- Allah memberikan kemenangan lewat kedua tangannya. Siapa yang melalui kedua tangannya, Allah memberikan kemenangan, maka dia akan mendapatkan banyak kebaikan. Jika karenanya Allah memberi petunjuk kepada seseorang, hal itu lebih baik daripada memiliki keledai yang bagus atau onta yang bagus. Tetapi lebih tepat adalah onta yang bagus karena harganya lebih mahal menurut orang Arab.
- Mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai Allah dan Rasul-Nya. Ini merupakan salah satu keutamaan bagi Ali bin Abu Thalib Radhiyallohu Anhu.
Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa manusia boleh berbincang-bincang tentang masalah yang dipersaingkan, siapa yang akan mendapatkannya; karena para sahabat pada malam itu memperbincangkan diantara mereka, siapa yang akan mendapatkan predikat itu? Setiap orang berkata, "Semoga saya yang mendapatkannya." Dalam hadits ini juga terdapat dalil bahwa kadang-kadang manusia diberi karunia oleh Allah dengan sesuatu yang belum terbetik dalam dirinya sama sekali. Pada saat itu Ali tidak hadir dan mungkin dia tidak paham dengan pokok masalahnya. Walaupun demikian, Allah telah memberinya kemuliaan itu.
Dalam hadist ini juga terdapat dalil bahwa manusia kadang mengharapkan sesuatu, tetapi sesuatu itu tidak kunjung datang kepadanya dan kadang pula dia diberi karunia oleh Allah tanpa mengharapkan sebelumnya.
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Serulah mereka
pada agama lslam dan beritahu mereka tentang kewajiban mereka terhadap hak Allah di dalamnya. " Perintah Rasulullah Shollallahu Alaihi wa Sallam ini mengandung dua hal:
- Mengajak kepada Islam dengan mengatakan kepada mereka, "Masuklah Islam" jika mereka mengetahui makna Islam. Itu sudah cukup. Jika mereka tidak mengetahui Islam, maka terangkan kepada mereka bahwa Islam adalah bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, dan haji.
- Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Dan beritahu mereka tentang kewajiban mereka terhadap hak Allah di dalamnya." Yaitu, mendengar dan menaati perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya supaya orang yang masuk Islam dengan ilmu dan keyakinan. Ada sebagian manusia yang masuk Islam, tetapi dia tidak tahu apa itu Islam. Kemudian, jika dijelaskan syariat kepadanya dia menjadi murtad lagi sehingga kekafirannya yang kedua itu lebih besar daripada kekafirannya yang pertama karena kemurtadan tidak diukur berdasarkan pelakunya. Jika dia keluar dari Islam, maka alternatifnya hanya dua: kamu kembali kepada lslam atau kami membunuhmu.
Dalam hadist ini terdapat beberapa faidah:
- Tampaklah salah satu tanda kebesaran Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, yaitu ketika beliau meludahi kedua mata Ali bin Abu Thalib, sakit- mata Ali langsung sembuh seakan-akan belum pernah sakit sebelumnya. Di dalamnya juga terdapat tanda lain, yaitu bahwa Allah akan menaklukkan negeri itu dengan kedua tangan Ali dan ini termasuk berita gaib dan temyata benar bahwa Allah menaklukkan negeri itu melalui kedua tangannya.
- Dalam peperangan sebaiknya pasukan membawa bendera dalam jihad, yaitu panji. Dan menjadikan setiap kaum memiliki bendera tertentu sehingga diketahui identitasnya, seperti yang telah saya jelaskan di depan.
- Hendaklah manusia segera bergegas menuju kebaikan. Oleh karena itu, para sahabat pada malam itu memperbincangkannya dan menduga-duga, siapa gerangan yang akan mendapatkan kemuliaan.
- Kadang-kadang manusia diberi karunia yang belum pernah terbetik dalam hatinya, dan sebaliknya kadang dihalangi dari mendapatkan karunia yang sangat diharapkannya. Pada saat itu, Ali bin Abu Thalib sakit mata dan tidak terbetik di dalam hatinya bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan memberinya bendera, tetapi ternyata dialah yang diberi bendera itu karena karunia Allah diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Wallahu a'lam al-muwaffiq.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar