Selasa, 16 September 2025

Jika Menunjukkan Seseorang Kepada Kebaikan, Maka Akan Diberi Pahala Atasnya

 بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ


Kajian rutin Musholla Baiturrahman 17 September 2025, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Ajakan Kepada Yang Benar atau Yang Sesat.

Ust. Syarif Hidayatullah S.Ag

Hadist ke 166:

Dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa seorang pemuda dari suku Asla'm berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya ingin ikut berperang, tetapi tidak mempunyai bekal". Beliau bersabda, "Datanglah kepada si Fulan karena dia sudah mempersiapkan, tetapi ia sakit." Kemudian, pemuda itu datang ke tempat si Fulan dan berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengucapkan salam untukmu," kemudian dia melanjutkan perkataannya, " Berikanlah perbekalan perangmu untukku. " Kemudian si Fulan tadi berkata, "Wahai istriku, berikanlah perbekalan yang telah aku siapkan dan jangan kamu simpan sedikit pun, demi Allah jangan kamu simpan sedikit pun bekal yang telah kupersiapkan karena hal itu pasti akan membawa berkah bagi dirimu" (Diriwayatkan Muslim).


Penjelasan:

Hadist yang disebutkan oleh Penulis An-Nawawi ini menunjukkan kepada masalah kebajikan. Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam meminta bekal kepadanya untuk berperang lalu, beliau menunjukkan kepada seorang lelaki yang telah mempersiapkan diri dan bekal untuk pergi berjihad, tetapi sakit sehingga dia tidak bisa keluar menuju jihad. lalu, datanglah lelaki itu kepada sahabatnya yang telah bersiap-siap itu dan mengabarkan kepadanya tentang apa yang disabdakan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tentangnya. Maka, lelaki itu berkata kepada istrinya, "Keluarkan apa yang telah saya persiapkan dan janganlah kamu sembunyikan sedikit pun bagian darinya. Demi Allah, jangan kamu sembunyikan sedikitpun darinya, niscaya Allah akan memberikan berkah kepada kita."


Dalam hal ini juga terdapat dalil bahwa jika manusia menunjukkan seseorang kepada kebaikan, maka dia diberi pahala atasnya, seperti yang dijelaskan pada hadist sebelumnya, "Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, niscaya dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." 


Dalam hadits ini juga terdapat dalil bahwa jika seseorang ingin beramal salih lalu tidak bisa melaksanakannya karena sakit, maka sebaiknya dia memberikannya kepada orang lain untuk melaksanakan keinginannya itu sehingga dicatat baginya suatu pahala penuh. Jika manusia sakit dan dia ingin beramal dan telah bersiap-siap, tetapi sakitnya menghalangi, maka dicatat baginya pahala penuh. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "...Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah...." (An-Nisa 100)


Dalam hadits ini juga terdapat dalil bahwa di antara perkataan para sahabat adalah jika seseorang telah berniat melakukan suatu kebaikan, maka sebaiknya dia melaksanakannya. Misalnya, jika dia ingin bersedekah dengan harta dan telah menyisihkan harta yang ingin disedekahkan atau dikeluarkan untuk masjid atau hal-hal baik lainnya, maka sebaiknya dia memilih, membatalkan niat sedekah itu karena selama sesuatu masih ada ditangan, dia masih miliknya. 


Tetapi yang lebih utama adalah dilaksanakan dan jangan membatalkan kebaikan yang ingin kamu lakukan supaya kamu termasuk orang-orang yang bergegas dalam kebaikan.


Wallahu a'lam al-muwaffiq.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...