Jumat, 04 Juli 2025

Sabar, Syukur, & Yakin

 بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ


Kajian Sunnah rutin Musholla Baiturrahman 5 Juli 2025 :


Keutamaan dalam Menuntut Ilmu  Agama (Syariat)

Ust. Hidayat Husein


Ahlus Sunnah : kaum muslimin harus sabar ketika mendapat ujian, bersyukur ketika mendapat kesenangan serta ridha terhadap pahitnya qadha dan qadar.


QS. Ali Imran : 200 = Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Musibah yang diterima seseorang adalah sebab dari perbuatan dosa-dosa mu yang Allah ingin hapuskan dari diri seseorang. Dan ini bukti cinta Allah terhadapt hambanya (dengan ujian) jika Allah tidak mencintai suatu kaum maka Allah akan membinasahkan mereka (contoh : kaum nabi Nuh, kaum nabi Luth).


Hadist Rasulullah : sesungguhnya menakjubkan urusan seoramg mukmin, sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikiam itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecualai oleh orang mukmin, yaitu jika ia mendaptkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikam baginya. Serta jika ia mendapat musibah, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya (HR. Muslim 2999).

Orang-orang yang bersabar lagi bersyukur kepada Allah, maka Allah akan memberinya petunjuk di dunia dan akhirat.

Rasulullah mengatakan bahwa siapa saja yang dikehendaki suatu kebaikan oleh Allah, maka Allah akan menguji orang tersebut (dengan ada ujian maka dihapuskanlah dosa-dosanya) dan dengan syarat orang tersebut benar dalam menyikapi ujian ini datang dari Allah dan hal tersebut akan menjadi penghapus dosa-dosa.


Para ulama berpendapat bahwasanya iman itu ada dua bagian :

  1. Sabar : secara bahasa adalah menahan/mencegah. Secara istilah : menahan diri atau jiwa dari segala sesuatu perbuatan atau perkataan yang dapat membinasahkan dan juga meneguhkan diri dalam ketaatan terhadap perintah Allah, menahan diri dari perbuatan dosa serta menerima takdir dari Allah.
  2. Syukur

Dan iman dibangun atas dua rukun, yaitu :

  1. Yakin
  2. Sabar

QS. As Sajadah : 24 = Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.

  • Dengan keyakinan : seseorang akan tahu hakikat perintah dan larangan, ganjaran dan siksaan.
  • Dengan kesabaran : seseorang bisa melaksanakan perintah Allah dan menahan dirinya dari apa yang dilarang oleh Allah. Balasan orang yang bersabar akan mendapatkan pahala yang besar dan mudah tanpa hisab. 

Pelaksanaan kesabaran ini adalah dengan berdoa : Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha

Sabar dibagi menjadi tiga macam :

  1. Sabar dalam melaksanakan perintah dan ketaatan.
  2. Sabar dalam menahan diri dari perbutan dosa dan maksiat.
  3. Sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian yang pahit.

Meminta kesabaran tidak dianjurkan dalam doa kecuali pada saat musibah itu datang, karena jika meminta kesabaran maka akan datang ujian kepadanya maka mintalah keselamatan dari Allah.

Syukur adalah pangkal iman, dan dibangun atas tiga rukun :

  1. Pengakuan hati bahwa semua nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya dan kepada orang lain, karena pada hakekatnya semua adalah dari Allah.
  2. Menampaklan nikmat tersebut dan menyanjung Allah atas nikmat-nikmat itu.
  3. Menggunakan nikmat itu untuk taat kepada Allah dan beribadah dengan benar hanya kepada Allah.

Sabar dan syukur merupakan faktor penyebab bagi pelakunya untuk dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah. Hal ini karena iman dibangun di atas sabar dan syukur. Sesungguhnya pangkal syukur adalah tauhid dan pangkal sabar adalah meninggalkan hawa nafsu.

Wallahu a"lam


Buku : Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah -> Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...