Rabu, 02 Juli 2025

Level Keilmuan Seseorang

  بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ


Kajian rutin Musholla Baiturrahman 2 Juli 2025, Syarah Riyadhus Shalihin BAB Perintah Menjaga Sunah dan Adab Nabi:

Ust. Syarif Hidayatullah, S.Ag


Hadist ke 153:

Diriwaytkan dari Abu Musa Radhilallahu Anhu, dia berkata, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang ditugaskan Allah kepadaku untuk menyiarkannya adalah bagaikan hujan yang jatuh ke bumi. Sebagian bumi ada yang baik sehingga dapat menerima air dan menyimpannya, kemudian menumbuhkan rerumputan dan tetumbuhan yang lain. Sebagian ada yang kering tapi dapat menyimpan air, lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia dengan bumi kering yang mengandung air itu sehingga manusia minum, menyiram, dan bercocok tanam darinya. Sebagian lagi adalah tanah berbatu yang tidak bisa menyimpan air dan tidak dapat pula menumbuhkan rerumputan. Demikianlah perumpamaan orang yang pandai dengan agama Allah dan ilmu atau petunjuk-petunjuk dari Allah yang bisa memberi manfaat pada dirinya, dia belajar hingga pandai lalu mengajarkan ilmunya (kepada orang lain). Demikian pula perumpamaan orang yang tidak peduli dan yang tidak mau menerima petunjuk ajaran Allah yang diutuskan untuk ku'. "(Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).


Bumi ini terbagi menjadi tiga bagian. Pertama : ada bagian yang subur, bisa menerima air, bisa menumbuhkan rerumputan yang banyak dan tanaman sehingga manusia banyak mengambil manfaat darinya. Keduaada tanah yang dapat menyimpan air sehingga manusia bisa memanfaatkan darinya, minum darinya, dan kenyang dengannya. Ketiga : ada tanah yang tandus, jika mendapat siraman air langsung ditelan dan tidak bisa menumbuhkan tanaman.

Dalam hadist ini terdapat kaidah :

  1. Keadaan manusia bila dikaitkan dengan ilmu dan petunjuk yang diberikan Allah kepada Nabi. Di antara mereka ada yang memahami agama Allah, Ialu dia mengetahui dan mengajarkannya sehingga manusia mengambil manfaat dari ilmunya dan dia juga mengambil manfaat dari ilmunya. orang seperti ini seperti bumi yang dapat menumbuhkan rerumputan dan tanaman sehingga manusia dapat makan darinya dan juga binatang-binatang ternak.
  2. Orang yang membawa petunjuk, tetapi dia tidak memahami petunjuk tersebut. Artinya, mereka adalah para perawi ilmu dan hadits, tetapi mereka tidak memiliki pemahaman. Mereka diumpamakan seperti bumi yang dapat menyimpan air dan orang-orang bisa mengambil air minum darinya serta meminumnya. Tetapi bumi itu sendiri tidak menumbuhkan apa-apa; karena mereka meriwayatkan hadits dan menukilnya, tetapi mereka tidak memiliki pemahaman.
  3. Orang yang tidak mau peduli sama sekali terhadap ilmu dan petunjuk yang dibawa Nabi shallallahu Alaihi wa sallam dan berpaling darinya serta tidak mempedulikannya. orang seperti ini berarti tidak memanfaatkan apa yang dibawa Nabi shalloilahu Alaihi wa sallam dan tidak memberi manfaat kepada selainnya. Perumpamaan orang seperti ini, bagaikan bumi yang menelan air dan tidak menumbuhkan sesuatu.
Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa :
  1. Orang yang memahami agama Allah dan memahami sunah Rasulullah shaltallahu Alaihi wa sallam adalah kelompok yang terbaik; karena dia tahu dan paham agar ilmunya itu bermanfaat baginya dan bagi manusia. 
  2. Orang yang tahu tetapi dia tidak paham, yaitu meriwayatkan hadits dan membawanya, tetapi dia tidak memahaminya sama sekali dan bisanya hanya meriwayatkan saja. orang seperti ini ada pada tingkat kedua bila dikaitkan dengan orang yang berilmu dan beriman. 
  3. Kelompok yang tidak ada baiknya sama sekali, yaitu orang yang datang kepadanya ilmu dan petunjuk yang dibawa Nabi Shollollahu Alaihi wa Sallam, tetapi dia tidak peduli sama sekali, tidak mengambil manfaat darinya, dan tidak mengajarkannya kepada manusia. OIeh karena itu, dia diibaratkan seperti bumi tandus yang menelan air, tetapi tidak menumbuhkan tanaman sama sekali unfuk manusia dan air itu pun tidak tersisa di permukaan sehingga tidak bisa dimanfaatkan manusia.
Dalam hadits ini juga terdapat dalil atas bagusnya ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, yaitu dengan memberikan perumpamaan, karena memberikan perumpamaan secara inderawi (fisik) dapat mendekatkan kepada makna logika. Atau, sesuatu yang diketahui akal dapat dimudahkan dengan sesuatu yang bersifat fisik. Banyak contoh yang menunjukkan fenomena ini. Banyak orang tidak paham, tetapi jika diberi contoh fisik baru paham.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu waTa'ala berfirman :
"Dan perumpamaan-perumpanaan ini kami buatkan untuk manusia dan tiada yang rnemahaminya kecuali orang-orang yng berilmu. " (Al-Ankabut : 43).


Allah berfirman,
"Dan
sesungguhnya telah Kami buat dalam Al-Qur'an ini segala macam perumpamaan untuk mansuia..." (Ar-Ruum : 58)
Membuat permisalan merupakan cara dan sarana pengajaran yang paling baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...