بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian Sunah Musholla Baiturrahman = Syarah Riyadhus Shalihin BAB : Banyaknya Jalan Menuju Kebaikan (26 Maret 2025)
Ust. Syarif Hidayatullah, S.Ag.
Hadist ke 134:
"Dari Anas Radhilallahu Anhu ia berkata, 'Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'sesungguhnya Allah ridha terhadap seseorang yang apabila makan makanan atau meminum minuman, ia memuji kepadaNya " ( Diriwaytkan Muslim).
Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa ridha Allah kadang bisa diperoleh karena perkara yang remeh. Allah ridha kepada orang yang setelah selesai makan membaca: 'Alhamdulillah" dan jika selesai minum dia membaca:'Alhamdulillah." Dengan demikian bahwa makan dan minum itu ada etikanya, baik dalam perbuatan praktis maupun perkataan.
Adapun etika makan dan minum secara praktis adalah makan dan minum dengan tangan kanan dan tidakdiperkenankan makan atau minum dengan tangan kiri. Ini hukumnya haram menurut pendapat yang kuat, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang kita makan dan minum dengan tangan kiri. Beliau juga menjelaskan bahwa setan makan dan minum dengan tangan kirinya.
Sedangkan etika perkataan, seperti, ketika akan makan membaca bismillah. Yang benar bahwa membaca basmalah sebelum makan dan minum hukumnya wajib dan orang berdosa jika makan dan minum tanpa membaca basmalah, karena jika dia tidak membaca basmalah ketika makan dan minum, setan makan dan minum bersamanya.
Maka dari itu, diwajibkan bagi manusia jika hendak makan dan minum untuk membaca basmalah. Jika dia lupa tidak membacanya pada saat pertama kali makan, kemudian baru ingat di tengah-tengah makan, hendaklah dia membaca: "Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu."
Hadist ke 135:
"Dari Abu Musa Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, 'Setiap orang Islam itu wajib bersedekah.' Salah seorang sahabat bertanya 'Bagaimana jika ia tidak mempunyai apa-apa?' Beliau menjawab 'Hendaklah ia berbuat dengan kedua tangannya sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan bagi dirinya dan dapat pula untuk disedekahkan! ' Ia bertanya 'Bagaimana seandainya ia tidak mampu untukk berbuat seperti itu?' Beliau menjawab, 'Hendaklah ia membantu orang yang sangat membutuhkan bantuannya' Ia bertanya lagi, 'Bagaimana seandainya ia tidak mampu memberi bantuan?' Beliau menjawab, 'Hendaknya ia menyuruh orang untuk berbuat baik.' Ia bertanya lagi, 'Bagaimana seandainya ia juga tidak mampu untuk berbuat seperti itu?' Beliau menjawab, 'Hendaklah ia mencegah dirinya dari perbuatan keji, karena mencegah dirinya dari perbuatan keji termasuk sedekah'." (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
Bahwa Allah subhanahu wa Ta'ala mengharuskan kepada kita untuk bersedekah setiap hari. Sedekah ini bermacam-macam, bisa berupa tasbih, takbir, tahlil, ber-amar ma'ruf, be-rnahi mungkar, membantu orang yang membutuhkan, dan sebagainya.
Maka dari itu, hendaklah manusia segera mengerjakan kebajikan setiap kali terbuka pintu kebaikan untuknya. Hendaklah dia segera melaksanakannya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "…Maka berlomba-lombalah kamu menuju kebajikan.." (Al-Maidah : 48) Jika telah terbuka pintu kebaikan bagi manusia, lalu dia tidak segera mengerjakannya, maka Allah akan mengakhirkannya. Dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dijelaskan, 'Jika suatu kaum masih terlambat sehingga Allah mengakhirkan mereka."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar