Jumat, 20 Juni 2025

Beribadah Semampu Kalian & Tetaplah Istiqamah

 بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ


Kajian Sunah Musholla Baiturrahman = Syarah Riyadhus Shalihin BAB : Sederhana Dalam Beribadah (16 April 2025)

Ust. Syarif Hidayatullah, S.Ag.

Hadist ke 136:

Dari Aisyah Radhilallahu Anha, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam masuk ke rumah Aisyah. Waktu itu ada seorang perempuan, dan beliau bertanya, "Siapakah dia?" Aisyah menjawab, "Ini adalah si Fulanah yg terkenal shalatnya-" Nabi bersabda, "Wahai Fulanah, beramallah sesuai dengan kemampuanmu. Demi Allah, Dia tidak akan jemu menerima amalmu sehinga kamu sendirilah yang merasa jemu. Sesunguhnya amalan yng paling disukai Allah, yaitu yg dikerjakan secara terus-menerus." (Diriwaytkan Bukhari dan Muslim) Rasulullah Shollollahu Alaihi wa Sallam memerintahkan wanita ini agar menghentikan amalnya yang berlebih-lebihan yang telah memberatkannya hingga dia tidak mampu melaksanakan dikemudian hari, maka janganlah kamu meneruskannya. Kemudian, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan kita agar mengerjakan amal sesuai dengan kemampuan kita. Beliau bersabda, " Beramallah kamu sesuai dengan kemampuanmu. " Maksudnya, janganlah kamu membebani dirimu dan menyusahkannya karena jika manusia menyusahkan dirinya sendiri dan membebaninya dengan sesuatu yang berat, akhirya akan bosan dan capek, kemudian melemah dan terputus.

Hadits ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran:

  1. jika seseorang melihat di rumahnya ada orang baru, hendaklah dia bertanya, "Siapa dia?" Karena bisa jadi orang yang masuk ke rumah kita itu adalah orang yang tidak disukai keberadaannya. Karena ada sebagian wanita yang datang ke rumah Ahlul Bait, lalu membicarakan hal-hal yang membawa dosa, seperti, menggunjing dan sebagainya. Atau ada wanita bertamu-baik dengan niat yang baik maupun yang tidak baik lalu bertanya tentang rumah, apa yang dilakukan suami, apa yang dibawa ke rumah, apa yang dilakukan anak dan sebagainya.
  2. Seyogyanya manusia tidak terlalu membebani dirinya dengan ibadah dan terlalu banyak beramal. Karena jika dia melakukan hal seperti itu, dia akan bosan, kemudian meninggalkan. Jika dia mengerjakan amal yang sedikit, tetapi dikerjakan secara terus-menerus, hal itu lebih baik.
  3. Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa manusia harus mengerjakan ibadah dengan secara menengah, artinya tidak terlalu berlebih-lebihan dan tidak terlalu sedikit sehingga dia bisa melaksanakannya secara terus-menerus. Sebaik-baik amal di sisi Allah adalah amal yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.


Hadist ke 137:

Diriwaytkan dai Anas Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Tiga orang datang ke rumah istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mempertanyakan tentang ibadah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Setelah diberitahu, mereka menganggap seakan-akan amal ibadah Nabi itu hanya sedikit dan mereka berkata 'Dimanakah tempat kami dibanding Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, padahal beliau telah diampuni semua dosanya baik yg telah lalu maupun yg akan datang?' Salah seorang di antara mereka berkala, 'Saya selamanya shalat sepanjang malam'. Yang lain berkata 'Saya selamanya berpuasa'. Yang lain berkata, 'Saya akan menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan kawin selama-lamanya'. Kemudian, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam datang dan bersabda kepada mereka, 'Kalian tadi yg berbicara begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yg paling takut dan paling takwa kepada Allah di antara kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka aku shalat dan aku tidur malam, aku juga mengawini perempuan. (Itulah sunah-sunahku) siapa saja) yang benci terhadap sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku'." (Diriwaytkan Bukhari dan Muslim).

Dalam hal ini terdapat dalil bahwa manusia harus bersifat menengah dalam beribadah, bahkan menengah dalam segala perkara karena jika dia sedikit ibadah akan kehilangan banyak hal dan jika dia berlebih-lebihan dalam beribadah, dia akan merasa keberatan, melemah dan bosan. Maka dari itu, dia harus bersikap menengah dalam segala amalnya.
Maka dari itu, disebutkan dalam hadits, "Orang yang selalu berjalan di waktu malam dan siang, tidak ada negeri yang ditempuhnya dan tidak ada punggung yang tersisa. " Artinya, orang yang selalu berjalan siang dan malam tanpa istirahat, dia tidak akan bisa menempuh perjalanan yang jauh dan tidak sehat. Dia akan kecapean, lelah, kehilangan tenaga, dan akhirnya duduk.
Bersikap menengah dalam beribadah termasuk sunah.Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka tidak seharusnya kamu memberatkan dirimu. Berjalanlah dalam segala urusanmu secara menengah, seperti yang dijelaskan dalam hadits bahwa amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit. Maka beristirahatlah jika capek, jangan kurang dan jangan lebih. Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kita memohon 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...