بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian Sunnah Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Larangan Berbuat Zalim & Keharusan untuk Mengembalikan Hak Kepada Orang yang Berhak.
Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag
Hadist ke 192 :
Dari Mu'adz Radhiyallahu Anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengutus saya (ke Yaman). Beliau berpesan, 'Sesungguhnya kamu akan menghadapi kaum Ahli Kitab, ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Apabila mereka mematuhi ajakanmu, beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka untuk mengerjakan shalat lima kali sehari semalam Apabila mereka telah menatuhinya (memenuhinya), maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka menunaikan zakat yang diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang fakir miskin. Apabila mereka telah mematuhinya maka hati-hatilah kamu dengan harta yng paling mulia yang ada pada mereka Takutlah kamu kepada doa orang yang teraniaya karena tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dan Allah. (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
Dalam hadist ini Rasulullah memberitahukan kepada Mu'adz tentang keadaan kaum di negeri Yaman yaitu para Ahli Kitab supaya dia siap menghadapi mereka. untuk berdiskusi dengan Ahli Kitab harus mempunyai hujah yang lebih banyak dan lebih kuat daripada menghadapi orang musyrik karena orang musyrik itu bodoh sedangkan Ahli Kitab adalah orang yang berilmu. Karena itu beliau memberitahukan kepadanya tentang keadaan mereka supaya dia bisa memahami mereka dan bisa mendebat mereka dengan cara yang lebih baik.
Kemudian, Nabi Shallallaiu Alaihi wa Sallam mengarahkan Mu'adz tentang urut-urutan masalah yang perlu didakwahkan kepada mereka yaitu :
- Tauhid dan kerasulan.
- Kewajiban mengerjakan Shalat lima waktu.
- Kewajiban menunaikan infaq, sedekah dan zakat dari orang kaya untuk diberikan kepada fakir miskin.
- Kewajiban untuk melindungi kehormatan dan harta bendanya.
Hadits mulia yang dijelaskan oleh Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu Anhu ini, yang di dalamnya menceritakan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam mengutusnya ke Yaman, terdapat banyak manfaat, di antaranya:
- Kewajiban untuk mengutus para dai guna mengajak manusia menuju Allah.
- Sebelum diberangkatkan, utusan itu harus diberi penjelasan dahulu tentang keadaan orang-orang yang dia diutus kepadanya sehingga dia mengetahui dulu keadaan mereka dan dapat memposisikan mereka sesuai dengan keadaan mereka supaya dia datang tidak seperti orang asing sehingga ditolak kedatangannya.
- Hal yang seharusnya didakwahkan kepada manusia pertama kali sebelum yang lain-lain adalah bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya.
- Jika orang yang diajak telah memahami apa yang dibicarakan, maka tidak perlu dijelaskan.
- Penjelasan tentang Rasulullah adalah utusan Allah dan bukan Tuhan yang disembah.
- Shalat witir hukumnya bukan wajib karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak menjelaskannya dan tidak menyebutkan, kecuali lima shalat itu saja.
- Pelajaran yang diambil dari hadits ini bahwa zakat hukumnya wajib dan termasuk salah satu kewajiban dalam Islam. Zakat adalah rukun Islam ketiga.
- Zakat hukumnya wajib pada harta bukan pada tanggungan karena tempatnya hutang adalah tanggung jawab.
- Zakat tidak diwajibkan kepada orang fakir karena Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam bersabda, "Diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang- orang fakir miskin mereka.
- Zakat diberikan kepada orang-orang fakir yang ada di negerinya sendiri karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Diberikan kepada orang-orang fakir miskin mereka.,, Dan tidak dikirimkan ke negeri lain, kecuali karena sebab.
- Sebaiknya zakat dikeluarkan di negerinya sendiri atau di negeri di mana harta itu berada.
- Dalam hadits ini terdapat dalil atas haramnya perbuatan zalim dan tidak diperbolehkan bagi pengambil zakat untuk mengambil zakat lebih banyak dari yang diwajibkan.
- Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa doa orang yang teraniaya itu dikabulkan. Karena itu, Rasulullah Shallalahu Alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dan Allah.
- Dalam hadits ini juga terdapat dalil bahwa manusia harus takut kepada kezaliman dan takut kepada doa orang yang terzalimi karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkannya seraya bersabda, Takutlah kamu kepada doa orang yang teraniaya karena tidak ada tirai yang menghalangi antara doanya dan Allah.
Wallahu a'lam al-muwaffiq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar