Jumat, 30 Januari 2026

Dosa-dosa Besar ke 23 : Sumpah Palsu

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ



Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman, Dosa-dosa Besar ke 23 : Sumpah Palsu

Ust. Hidayat Husein


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

"Dosa besar itu: Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh dan sumpah palsu." (HR. Al Bukhari).

Sumpah palsu adalah sumpah yang berisi kedustaan. Sumpah palsu ini disebut juga sumpah ghamusun, dikarenakan pelakunya akan berlumuran dengan dosa :

  • Seseorang berkata, "Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni (dosa-dosa) si fulan. " Maka Allah Ta' ala berfirman, " Siapakah yang berani bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Sungguh Aku telah mengampuni si fulan dan Aku telah menghancurkan Amalanmu.
  • Ada tiga golongan manusia yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari Kiamat kelak, tidak akan mensucikan (dosa-dosa) mereka dan mereka akan menerima azab yang pedih. Yaitu orang yang memaniangkan pakaiannya melebihi mata kaki, orang yang selalu mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu.
  • Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah, maka sesungguhnya ia telah kufur." Di dalam lafaz yang lain disebutkan, "'..sesungguhnya ia telah menyekutukan Allah (syirik)." (sanad-sanadnya berdasarkan syarat Muslim).
  • Barangsiapa yang bersumpah untuk mengambil harta seorang muslim (tanpa hak), niscaya ia akan berjumpa dengan Allah sedang Dia murka kepadanya," Beliau ditanya, "Meskipun untuk barang yang tidak seberapa? " Maka beliau menjawab, "Meskipun hanya setangkai ranting dari pohon Arak (kayu untuk bersiwak).
  • Barangsiapa yang bersumpah dan dalam sumpahnya mengucapkan kata-kata, "Demi Laata dan demi uzza, maka bersegeralah mengucapkan laa ilaahaillallah." (Muttafaq Alaih)'
  • Tidaklah seorang hamba y ang mengucapkan sumpah palsu di samping mimbar ini meskipun hanya untuk mendapatkan kayu siwak yang masih basah (segar), melainkan ia akan masuk neraka." (HR. Ahmad di dalam Musnadnya)

Syarah :

Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata "Hal inilah yang mewajibkan semua orang ketika ia akan bersumpah atas nama Allah, maka ia harus jujur dalam sumpahnya, baik bersumpah untuk kepentingan pribadi maupun untuk urusan yang berkaitan kepentingan orang lain.

Jika ia bersumpah palsu yang bertujuan untuk merampas harta seorang muslim walaupun hanya sedikit, maka ia akan berjumpa dengan Allah di hari Kiamat kelak, sedang Allah murka kepadanya.

Contohnya, ada seseorang yang mengklaim kepada orang lain dan berkata, 'Aku telah meminjamkan uang kepadamu sebanyak seribu Riyal!" Kemudian ia berkata "Tidak, aku tidak pernah berutang kepadamu! Orang yang mengklaim tadi tidak memiliki bukti, kemudian sang hakim berkata kepada si tertuduh, "Bersumpahlah atas nama Allah bahwa engkau tidak memiliki sangkut paut utang terhadapnya!" Maka ia pun bersumpah dan berkata, "Demi Allah, aku tidak Punya sangkut paut utang kepadanya!" Maka sang hakim akan memutuskan bahwa ia benar-benar tidak memiliki utang kepada orang yang mengklaim. Karena si penuduh harus mempunyai bukti dan si tertuduh harus berani bersumpah. orang yang telah bersumpah ini, jika ia berdusta di dalam sumpahnya, maka ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan murka kepadanya. Allah akan mengharamkan surga baginya dan akan memasukkannya ke dalam neraka. semoga Allah menyelamatkan kita.

Dahulu para shahabat pun bertanya, ,,Meskipun sesuatu yang sepele wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Meskipun cuma sepotong dahan pohon arak (dahan untukbersiwak). Walaupun ada seseorang yang bersumpah untuk merampas harta seorang muslim hanya sekadar untuk mendapatkan dahan pohon arak, maka ia akan mendapatkan ancaman keras.

Adapun segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya, seperti dikatakan padanya "sesungguhnya engkau telah berbuat begini!,; Kemudian ia berkata, "Demi Allah, aku tidak melakukannya!,, padahal ia

berdusta. Jika ia berdusta, maka ia tidak terkena ancaman ini, tetapi ia telah berdosa. Ia berani menggabungkan antara dusta dan bersumpah palsu atas nama Allah, maka hukumannya akan berlipat ganda. Maka setiap muslim wajib menghormati Allah dan jangan terlalu banyak bersumpah mengatasnamakan-Nya. ]ika harus bersumpah, maka ia harus jujur dalam sumpahnya, sehingga sumpahnya menjadi kebaikan.


Wallahu a'lam al-muwaffiq. 


Kitab Al-Kabair : Imam Adz-Dzahabi - Disyarahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...