بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
Kajian rutin Musholla Baiturrahman, Syarah Riyadhus Shalihin Bab Nasihat.
Ust. Syarif Hidyatullah S.Ag
- Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Sesunguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara..." (Al- Hujurat: 10).
- Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : tentang Nabi Nuh Alaihissalam, "...Dan aku membei nasihat kepa.d.amu...." (Al-A'raaf: 62).
- Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang Nabi Hud Alaihissalam, "...Dan aku hanyalah pemberi nasihat yang tepercaya bagimu.' (Al-A'raaf: 68).
Ayat Pertama : "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara." Khithab ayat ini ditujukan kepada orang-orang Mukmin, atau jika mereka benar-benar merealisasikan ukhuwah dan berhias diri dengannya, pasti persaudaraan itu akan menghasilkan nasihat.
Oleh karena itu, setiap orang Mukmin harus bersaudara seperti yang difirmankan Allah, "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara." Mereka adalah saudara dalam agama dan persaudaraan dalam agama lebih kuat daripada persaudaraan dalam nasab, bahkan persaudaraan dalam nasab tanpa agama tidak ada apa-apanya.
Oleh karena itu, Allah berfirman kepada Nuh ketika dia berkata, "Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji-Mu adalah benar." Allah menjawab, "Sesungguhnya dia bukan keluargamu karena perbuatannya adalah perbuatan yang tidak baik.... " (Huud : 45).
Sedangkan orang-orang Mukmin, walaupun tempat mereka berjauhan dan bahasa mereka berbeda, tetapi mereka bersaudara di mana pun berada. Saudara harus menasihati sesama saudara, menunjukkan kebaikan kepadanya, menjelaskan kepadanya, dan sekaligus mengajaknya.
Ayat Kedua : adalah perkataan Nuh. Dia adalah rasul pertama yang berkata kepada kaumnya tatkala dia menyeru kaumnya kepada Allah, "Dan aku memberi nasihat kepadamu dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. " Artinya, saya tidak curang kepada kalian, tidak menipu, dan saya tidak ingkar janji, tetapi saya adalah penasihat.
Ayat Ketiga : firman Allah, "...Dan aku hanyalah pemberi nasihat yang tepercaya bagimu." (Al-Araaf: 68).
Yang jelas bahwa setiap orang harus menjadi penasihat bagi saudara-saudaranya, menunjukkan kebaikan kepadanya, dan mengajak mereka menjalankannya sehingga dengan demikian terealisasilah persaudaraan dalam Islam.
Hadist Ke 171 :
Dari Abu Ruqayah Tamim bin Aus Ad-Daari Radhilallahu Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ,,Agama itu adalah nasihat." Kami bertanya, "Bagi siapa?" Beliau bersabda, ,,Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin-pemimpin umat Islam dan umat Islam pada umumnya." (Diriwayatkan Muslim).
Ada lima macam objek nasihat :
Pertama:
Nasihat bagi Allah adalah dengan ikhlas hanya untuk Allah, menyembah-Nya dengan rasa cinta dan pengagungan. Seorang hamba menyembah Allah karena cinta sehingga dia menjalankan perintah-perintah-Nya untuk menggapai cinta kasih-Nya dan mengagungkan-Nya, lalu menghindari apa yang diharamkan-Nya karena takut kepada-Nya.
Di antara nasihat bagi Allah adalah selalu berzikir kepada-Nya dengan hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan hati tidak ada batas untuk bezikir. Manusia bisa mengingat Allah dengan hatinya setiap keadaan, kapan pun berkehendak dan apa pun yang didengar; karena dalam segala sesuatu terdapat tanda-tanda yang menunjukkan atas keesaan, keagungan, dan kebesaran-Nya.
Di antara nasihat bagi Allah adalah cemburu kepada-Nya. Allah cemburu jika laranganJarangan-Nya dilanggar, seperti halnya keadaan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sesungguhnya beliau tidak pernah membalas dendam untuk dirinya sendiri sama sekali. Walaupun manusia berkata jelek kepadanya, tetapi beliau tidak pernah membalas dendam untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, jika larangan-larangan Allah dilanggar, maka beliau menjadi orang yang paling dendam kepada orang yang melanggamya.
Di antara nasihat bagi Allah lainnya adalah membela agama Allah yang disyariatkan kepada hamba-hamba-Nya sehingga dia menepis tipu daya para penipu, menepis orang-orang ateis yang menentang agama
karena agama dianggap sebagai tali yang mengikat manusia dari kebebasan mereka. Sebenamya agama adalah tali pembebasan; karena manusia terikat untuk Allah dan dengan Allah.
Di antara nasihat bagi Allah adalah menyebarkan agama Allah kepada hamba-hamba Allah; karena inilah maqam setiap rasul. Merekalah orang-orang yang mengajak manusia kepada Allah seperti yang difirmankan Allah tentang mereka.
Kedua :
"Bagi Kitab-Nya." Yaitu bahwa agama itu adalah nasihat bagi Kitab Allah. Hal ini mencakup Kitab Allah yang diturunkan kepada Muhammad dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Nasihat bagi kitab-kitab tersebut maksudnya dengan mengimani berita-beritanya atau apa yang diberitakan olehnya harus kita percayai.
Adapun mengenai Al-Qur'an sudah jelas karena Al-Qur'an dinukil secara mutawatir pada masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga akhir zaman, dibaca oleh orang kecil dan besar. Sedangkan kitab-kitab sebelumnya, telah diubah dan diganti. Tetapi apa yang benar darinya kita harus mempercayai beritanya dan meyakini kebenaran hukumnya. Tetapi kita tidak tunduk kepada kitab-kitab sebelumnya, kecuali bila ada dalil dari syariat kita.
Di antara nasihat bagi Kitabullah adalah mempertahankannya dari orang-orang yang ingin mengubahnya, baik secara lafal maupun makna atau orang yang menganggap bahwa di dalamnya ada kekurangan atau tambahan.
Di antara nasihat bagi Kitabullah adalah menyebarkan maknanya kepada kaum Muslimin, yaitu makna yang benar yang sesuai dengan zahimya, yang tidak ada di dalamnya perubahan dan penggantian.
Di antara nasihat bagi Kitabullah adalah percaya bahwa Allah benar-benar berbicara dengan Kitab ini secara hakikat dan Al-Qur'an ini adalah kalam-Nya, baik huruf maupun maknanya, bukan perkataan huruf tanpa makna atau makna tanpa huruf, melainkan bahwa Allah berbicara secara lafal dan makna.
Bukan termasuk nasihat bagi Kitabullah adalah dengan memperbanyak pembicaraan tentang Al-Qur'an; apakah itu benar-benar Kalamullah atau bukan, atau mengatakan bahwa itu makhluk atau bukan makhluk, dan sebagainya tetapi yang termasuk nasihat bagi Kitabullah adalah beriman bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah, baik secara lafal maupun makna.
Di antara nasihat bagi Kitabullah adalah menghormati Al-Qur'an. Di antaranya adalah tidak menyentuh Al-Qur'an, kecuali dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak menyentuhkan, kecuali orang yang bersih.
Di antara nasihat bagi Kitabullah adalah tidak meletakkannya di tempat yang hina karena meletakkannya di tempat itu berarti pula menghinanya, seperti, tempat-tempat kotor dan sebagainya.
Ketiga :
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Bagi Rasul-Nya." Sedangkan nasihat bagi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam mencakup beberapa hal :
- Beriman sepenuhnya kepada risalahnya dan sesungguhnya Allah mengutusnya kepada semua makhluk, baik orang Arab maupun non Arab, bahkan manusia dan jin.
- Mempercayai berita yang beliau sampaikan karena beliau adalah jujur dan dapat dipercaya. Jujur dalam segala yang diberitakannya dari wahyu karena itu beliau tidak bisa didustakan dan tidak berdusta.
- Benar-benar mengikutinya sehingga tidak menambah dan tidak mengurangi syariatnya, kamu jadikan beliau sebagai imammu dalam segala ibadah. sesungguhnya Rasulullah shailallahu Alaihi wa sallam adalah imam umat ini dan diikuti. Tidak halal bagi seorang pun mengikuti selain beliau, kecuali jika dia menjadi perantara Rasulullah, dia memiliki ilmu sunah yang tidak kamu miliki.
- Mempertahankan syariat dan menjaganya, yaitu mempertahankannya agar tidak seorang pun mengurangi; dan menjaganya agar tidak seorang pun menambahnya dengan sesuatu yang bukan merupakan bagian darinya. Karena itu juga kamu harus memerangi ahli bid'ah, baik yang bersifat perkataan, perbuatan, maupun keyakinan karena bid'ah pada hakikatnya satu ladang dan semuanya sesat, seperti yang disabdakan Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam, "setiap bid'ah adalah sesat. " Tidak dikecualikan dalam hal ini bid'ah perkataan, perbuatan, atau keyakinan.
- Di antara nasihat bagi Nabi adalah menghormati sahabat-sahabat beliau, mengagungkan mereka, dan mencintai mereka. Tidak diragukan lagi bahwa sahabat adalah orang-orang khusus di antara manusia pada umumnya. Karena itu masa sahabat disebut sebaikbaik masa karena mereka adalah sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam.
Keempat :
Nasihat bagi para pemimpin, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Dan bagi para pemimpin kaum Muslimin." Yang dimaksud dengan pemimpin adalah orang yang diikuti dan dijalankan perintahnya. Pemimpin dibagi menjadi dua : pemimpin agama dan pemimpin dalam kekuasaan (pemerintahan).
Pemimpin agama ada di tangan para ulama sehingga para ulamalah yang disebut dengan pemimpin agama, yang menggiring manusia menuju Kitabullah dan memberikan petunjuk kepada mereka serta menunjukkan mereka kepada syariat Allah.
Mereka tidak memohon kepada Allah agar dijadikan sebagai pemimpin pemerintah, melainkan memohon agar menjadi pemimpin agama; karena hamba-hamba Allah itu tidak mau menjadi pemimpin pemerintah dan tidak pula meminta menjadi pejabat pemerintah.
Di antara nasihat bagi para pemimpin umat Islam atau pemimpin agama dan ilmu adalah dengan segera menggali dan menimba ilmu dari mereka karena mereka adalah perantara antara Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan umatnya, lalu dia giat menuntut ilmu dari mereka dengan segala perantaranya.
Di antara nasihat bagi pemimpin umat adalah tidak mencari-cari kesalahan, kekurangan, dan aib mereka, karena mereka bukanlah orang-orang yang ma'shum. Kadang mereka terpeleset dan kadang salah. setiap anak Adam adalah salah dan sebaik-baik orang yang salah adalah bertaubat. Apalagi orang yang mencari ilmu, dialah orang yang paling banyak mengalami kesalahan seperti yang diajarkan dan diingatkan oleh gurunya. Betapa banyak manusia yang mengambil manfaat dari murid-muridnya, mengingatkannya dalam beberapa aspek karena kesalahan ilmu atau kesalahan praktek serta kesalahan-kesalahan lainnya karena manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan.
Di antara nasihat bagi para pemimpin umat Islam dari kalangan ulama adalah menutupi kesalahan dan aib mereka. Tutuplah aurat dan kesalahan mereka semampumu dan jangan diam. Tetapi peringatkan orang alim itu, carilah jalan keluarnya dan tanyakan kepadanya, mungkin telah dinukil darinya sesuatu yang tidak benar. Karena telah disampaikan kepada kami banyak hal yang tidak benar. Yang jelas bahwa di antara nasihat bagi para pemimpin umat Islam dalam ilmu dan agama adalah tidak mencari-cari kesalahan mereka, tetapi carilah alasan mereka, dengan cara berhubungan langsung dengan mereka. Jika ingin membuktikan apakah sesuatu yang didengar dan dikiranya itu salah, maka dengan menghubunginya langsung mungkin dia akan menjelaskan masalah yang sebenamya atau mungkin dia akan menjelaskan tentang sesuatu yang tidak diketahuinya atau tidak benar dalam prasangkanya. Mungkin ada satu informasi yang tidak kamu ketahui sehingga kamu menjadi tahu dan bersyukur atasnya.
Nasihat bagi mereka adalah menyembunyikan keburukan mereka, tidak menyebarluaskannya kepada manusia, dan berusaha untuk menasihati mereka semampu kita dengan cara langsung jika bisa. Jika tidak bisa secara langsung, bisa juga dengan tulisan atau lewat orang dekatnya jika tidak bisa melalui tulisan. Karena kadang-kadang tulisan tidak bisa sampai kepada mereka, maka bisa melalui penasihatnya dan mengingatkan melalui orang tersebut. Ini juga termasuk memberikan nasihat kepadanya.
Adapun menyebarluaskan keburukan mereka bukan berarti hanya memusuhi mereka secara pribadi saja, tetapi telah memusuhi mereka secara pribadi dan umat Islam seluruhnya karena dengan begitu, dalam hati umat lslam akan munculkebencian kepada pemimpin dan akhirnya menentang pemimpin.
Kelima :
Nasihat bagi manusia secara umum, di antara nasihat bagi kaum Muslimin secara umum adalah mencintai mereka seperti kamu mencintai dirimu sendiri sehingga kamu membimbing mereka kepada kebenaran, memberikan petunjuk kebenaran kepada mereka, menunjukkan mereka kepada kebenaran jika mereka sesat, mengingatkan mereka jika mereka lalai dan menjadikan mereka sebagai saudara.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain." Beliau juga bersabda, "Perumpamaan orang Mukmin satu dengan Mukmin yang lain seperti bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lain."
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bersabda, " Perumpamaan orang Mukmin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka sperti satu jasad. Jika salah satu anggota badannya sakit, maka sakit pula seluruh jasadnya dengan panas-dingin dan tidak bisa tidur."
Jika kamu merasakan sakit pada salah satu ujung anggota badanmu, maka kamu rasakan sakitnya menyebar ke seluruh tubuh. Begitu juga bagi kaum Muslimin, hendaklah jika ada salah seorang kaum Muslim menderita sakit, maka seakan-akan kamu juga merasakan penderitaannya.
Hendaklah diketahui bahwa nasihat adalah dengan cara berbicara langsung antara kamu dengan orang yang kamu nasihati karena jika kamu menasihatinya secara rahasia, hanya antara kamu dan dia saja, akan berpengaruh dalam hatinya dan dia tahu bahwa kamu adalah penasihat.
Wallahu a'lam al-muwaffiq.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar