بسم الله الرحمن الرحيم
Kajian Sunnah rutin Musholla Baiturrahman 24 Agustus 2025
Ust. Hidayat Husein
Al Kabair - Imam Adz Dzahabi
MENYEKUTUKAN ALLAH (SYIRIK)
Syirik adalah engkau menjadikan adanya sekutu bagi Allah padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu. Engkau beribadah kepada-Nya dan juga beribadah kepada selain-Nya, seperti beribadah (menyembah) kepada batu, manusia, matahari, bulan, nabi, syaikh, jin, bintang, malaikat, dan lain sebagainya.
Dalil-dalil tentang syirik dalam Al-Qur'an :
1. QS. An-Nisaa: 48
2. QS. Al-Maidaah: 72
3. QS. Luqman: 13
4. Hadist Rasulullah :
- "Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar? "Maka beliau pun bersabda, "Menyekutukan Allah
- "Jauhilah tujuh dosa-dosa besar yang membinasakan ...," Kemudian Rasulullah menyebutkan syirik (menyekutukan Allah)
- "Barangsiapa yang merubah agamanya (murtad), maka bunuhlah dia.
Macam-Macam Bentuk Syirik :
- Seseorang yang mengagungkan sesama makhluk sebagaimana ia mengagungkan sang Khaliq (Allah). Hal ini terlihat ketika pimpinan, atasan, raja atau tuannya mengatakan "Kerjakan ini di waktu shalat, jangan shalat dulu." Kemudian ia pun melaksanakannya. Ketika waktu shalat telah habis, ia pun tetap tidak mempedulikannya. Dengan sikapnya ini, ia telah mengagungkan makhluk melebihi pengagungannya kepada sang Khaliq.
- Mencintai seseorang sebagaimana cintanya kepada Allah atau bahkan melebihi cintanya kepada Allah. Orang tersebut akan menuntut orang lain untuk mencintainya melebihi cintanya kepada Allah. Hal ini banyak dijumpai pada para pemuda dan pemudi yang sedang dimabuk asmara.
- Yang termasuk menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tersembunyi, yaitu riya. Maka hal ini pun termasuk perbuatan menyekutukan Allah. Misalnya seseorang yang sedang melakukan shalat. Kemudian ia memperbagus shalatnya karena si fulan sedang melihat dan memperhatikan shalatnya. Atau berpuasa karena ingin dikatakan orang yang taat beribadah (rajin shalat dan rajin berpuasa). Atau bersedekah agar disebut dermawan yang suka bersedekah. Semua ini termasuk riya.
- Menjadikan dunia sebagai tujuan hidup. Kita melihat orang seperti ini, mulai dari akal pikirannya, badan, tidur dan terjaganya, semuanya untuk memikirkan dunia.
Di antara manusia yang menyekutukan Allah tanpa disadarinya. Wahai saudaraku. jika engkau sudah merasakan dunia telah menguasai hatimu dan menganggap bahwa tidak ada yang lebih penting daripada dunia. Tidur dan terjagamu hanya untuk dunia, maka ketahuilah sesungguhnya di dalam hatimu telah tersimpan benih kemusyrikan. Karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Celakalah hamba dinar... " Sabda beliau ini menunjukkan bahwa orang tersebut sangat bersemangat untuk memperoleh harta.
Orang tersebut tidak mempedulikan cara untuk mendapatkannya. Apakah dengan cara yang halal maupun yang haram. Sedangkan orang yang beribadah kepada Allah dengan benar, tidak akan pernah mencari harta dengan cara yang diharamkan. Karena barang yang haram akan menuai kemurkaan Allah.
Bersumpah atas nama selain Allah merupakan bentuk kekafiran atau kemusyrikan. Hal tersebut dapat menjadi kekufuran, baik kekufuran besar maupun kekufuran kecil. Selain itu, hal tersebut dapat menjadi syirik, baik syirik besar maupun syirik kecil. Apabila orang yang bersumpah atas nama sesuatu dan meyakini bahwa sesuatu tersebut memiliki keagungan seperti keagungan yang dimiliki Allah, maka perbuatannya ini tergolong syirik besar. Adapun jika keyakinan terhadap sesuatu tersebut tidak menganggap memiliki keagungan seperti keagungan yang dimiliki Allah, maka perbuatannya ini termasuk syirik kecil dan merupakan jalan menuju syirik besar.
Wallahualam Bissawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar