Jumat, 20 Juni 2025

Selalu Melakukan Perbuatan Baik Walaupun Berat & Banyak Rintangan

 بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

 

Kajian Sunah Musholla Baiturrahman = Syarah Riyadhus Shalihin BAB : Banyaknya Jalan Menuju Kebaikan (12 Maret 2025)

             Ust. Syarif Hidayatullah, S.Ag.

 

Hadist ke 130:

 

"Dari Jabir Radhiyallahu Anhu, ia berka.ta, 'Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Tidaklah seorang Muslim yang menanam tanaman, kemudian ia makan dari hasil tanaman itu termasuk sedekah baginya juga bila hasil tanaman itu dicuri atau diambil orang, melainkan ia termasuk sedekah baginya." (Diriwaytkan Muslim).
Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan, "Tidaklah seorang Muslim yang menanam tanaman, kemudian hasil tanamannya itu dimakan manusia" binatang maupun burung melainkan semua itu merupakan sedekah baginya sampai hari Kiamat."
Dalam riwayat Muslim lainnya diebutkan, Tidaklah seorang Muslim yg menanam tanaman alau menabur benih, kemudian hasil tanamannya itu dimakan manusia binatang maupun yang lainrya, melainkan semua itu merupakan sedekah baginya Dua riwayat terakhir ini dari riwayat Anas Rodhiyallahu Anhu. Kalimat Yarzauhu berarti diambil. Dalam hadits ini terdapat perintah agar kita bercocok tanam karena bercocok tanam membawa banyak kebaikan untuk agama maupun dunia. Tentang kemaslahatan dunia; apa yang dihasilkan dari bercocok tanam tidak sama dengan apa yang dihasilkan dari uang dan dirham karena bercocok tanam membawa manfaat bagi penanam itu sendiri dan membawa manfaat bagi seluruh negeri. Semua manusia ikut merasakan manfaatnya dengan membeli buah-buahan, biii-bijian, dan makan darinya. Hal ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membawa banyak kebaikan. Lain halnya dengan uang dirham yang diletakkan di dalam kotak-kotak, tidak membawa manfaat kepada siapa-siapa.
Sedangkan manfaat yang bersifat keagamaan jika ada sebagian dari hasilnya yang dimakan burung, merpati, ayam, dan sebagainya, walaupun hanya satu biji, adalah sedekah baginya, baik dia menghendaki hal itu maupun tidak menghendaki. Bahkan, walaupun di dalam diri orang itu ketika menanam tidak terbetik niat seperti itu. Jika dia memakan darinya, dia akan mendapatkan sedekah.

Dari sini kita dapat mengambil beberapa pelajaran :

    1. Dalam hadits ini terdapat dalil yang jelas bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wasallam memerintahkan untuk bercocok tanam karena di dalamnya ada kemaslahatan dunia dan akhirat.
    2. Di dalamnya juga terdapat dalil tentang banyaknya jalan menuju kebaikan, yaitu segala kebaikan yang dimanfaatkan manusia, maka pemiliknya mendapatkan pahala dan kebaikan, baik dia berniat maupun tidak berniat, seperti yang difirmankan Allah, Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan'bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang lang menluruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara mansuia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yg besar." (An'Nisa': 114) Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa dalam semua ini terdapat kebaikan, baik kamu berniat maupun tidak. Barangsiapa yang menyuruh untuk bersedekah atau melakukan perbaikan di antara manusia, maka hal itu merupakan kebaikan dan sesuatu yang ma'ruf, baik dia berniat maupun tidak. Jika dia berniat, berarti dia mencari keridhaan Allah, Allah berfirman, "Kelak Kami akan memberinya pahala yang besor."
    3. Dalam hadits ini juga terdapat dalilbahwa jika kemaslahatan dan manfaat bisa dimanfaatkan manusia, maka akan membawa kebaikan kepada pemiliknya walaupun dia tidak berniat. Jika dia berniat baik, hal itu lebih baik dan akan membawa pahala yang besar bagi pemiliknya. Saya memohon kepada Allah semoga memberikan kepada kita semua kebaikan dan keikhlasan untuk mengikuti Rasulullah. Sesungguhnya Allah Maha Dermawan lagi Mahamulia.

 

Hadist ke 131 :

 

"Dari Jabir Radhilallahu Anhu, ia berkata 'Orang-orang bani Salimah ingin berpindah rumah dekat dengan masjid, kemudian kabar itu terdengar Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam maka beliau bersabda kepada mereka, 'Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah tempat yang dekat dengan masjid.' Mereka menjawab, 'Benar wahai Rasulullah, kami ingin pindah dekat dengan masjid.' Beliau bersabda, 'Wahai bani Salimah, tetaplah kamu di rumahmu yang sekarang, karena bekas langkahmu akan dicatat.' Tetaplah kamu di rumahmu yang sekarang karena bekas langkahmu akan dicatat. " (Diriwaytkan Muslim).

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat di atas :

    1. Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa orang yang berjalan ke masjid, setiap langkah yang diayunkannya akan mengangkat derajatnya satu derajat
    2. Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa jika seseorang mendapatkan berita dari orang lain tentang seseorang, maka dia harus mengklarifikasinya sebelum menetapkan suatu hukum kepadanya.
    3. Dalam hadis ini terdapat dalail tentang banyaknya jalan menuju kebaikan. Di antaranya adalah jalan menuju ke masjid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...