Jumat, 20 Juni 2025

Keseimbangan Antara Ibadah & Kebutuhan Diri

 بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ


Kajian Sunah Musholla Baiturrahman = Syarah Riyadhus Shalihin BAB : Sederhana Dalam Beribadah (7 Mei 2025)

Ust. Syarif Hidayatullah, S.Ag.

Hadist ke 143:

Diriwayatkan dari Abu Juhaifah Wahab bin Abdullah Radhiallahu Anhu, ia berkata, "Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mempersaudarakan Salman dan Abu Darda. Tatkala Salman berkunjung ke rumah Abu Darda" ia mendapatkan Ummu Darda (istri Abu Darda) sedang mengenakan pakaian kerja lantas Salman bertanya, 'Mengapa kamu tidak berhias?' Ummu Darda menjawab, 'Abu Darda sudah tidak lagi memperhatikan kepentingan duniawi'. Kemudian, Abu Darda' datang dan dihidangkanlah makanan.
Dia berkata kepada Salman, 'Silahkan makan, saya sedang berpuasa.' Salman menjawab, 'Saya tidak akan makan sebelum engkau makan' Maka Abu Darda' pun makan. Di malam harinya Abu Darda' bangun untuk mengerjakan shalat malam, maka Salman berkata kepadanya 'Tidurlah', maka Abu Darda' pun tidur kembali. Ketika Abu Darda' bangun guna mengerjakan shalat malam, Salman berkata kepadanya 'Tidurlah!' Kemudian di akhir malam, Salman berkata 'Bangunlah! Kila shalat bersama-sama' Dan Salman berkata pula kepadanya 'Sesunguhnya bagi Tuhanmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu ada juga hak, maka penuhilah semuanya.' Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam datang dan Salman menceritakan apa yg baru saja terjadi, maka beliau memutuskan 'Salman benar'. " (Diriwayatkan Bukhari)

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa manusia tidak seharusnya membebani dirinya terlalu berat dengan puasa dan bangun malam, tetapi dalam bangun malam dan berpuasa, dia harus mempertimbangkan kebaikan, kemaslahatan, kecapean, kesulitan, dan pembebanannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa-dosa Besar ke 30 : MEMAKAN BANGKAI, DARAH, DAN DAGING BABI

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Kajian Sunnah Rutin Musholla Baiturrahman Ust. H. Hidayat Husein Allah Ta'ala berfirman, "Ka...